JKTOne.com – Salah isi BBM menjadi kesalahan yang perlu segera ditangani pengemudi karena bensin dan solar memiliki karakteristik berbeda sesuai jenis mesin kendaraan. Jika terlanjur terjadi, jangan panik dan jangan langsung menjalankan mobil agar risiko gangguan pada sistem bahan bakar maupun mesin dapat diminimalkan.
Pada mobil bensin yang terisi solar, mesin umumnya sulit dihidupkan karena karakteristik bahan bakar tidak sesuai sistem pembakaran. Sebaliknya, mobil diesel yang terisi bensin masih berpotensi menyala, tetapi dapat mengalami kehilangan tenaga hingga muncul suara knocking atau ngelitik. Jika terus dipaksakan, komponen sistem bahan bakar berisiko mengalami gangguan.
Karena itu, segera parkirkan kendaraan di tempat aman dan jangan menyalakan mesin kembali. Hubungi teknisi atau bengkel terdekat untuk menguras bahan bakar yang keliru dan memeriksa sistem terkait.
Untuk mencegah salah isi BBM, berikut enam tips yang bisa diterapkan:
1. Turun dari mobil agar dapat memantau proses pengisian secara langsung.
2. Sebutkan jenis dan jumlah BBM dengan jelas kepada petugas SPBU.
3. Ulangi permintaan sebelum nozzle digunakan untuk memastikan tidak terjadi salah komunikasi.
4. Kenali warna nozzle sebagai pengecekan tambahan sebelum pengisian.
5. Perhatikan proses pengisian, termasuk jenis BBM, jumlah liter, dan harga per liter pada dispenser.
6. Periksa kembali jenis dan jumlah BBM pada struk sebelum meninggalkan SPBU.
Marketing Division Head Auto2000 Nur Imansyah Tara mengatakan, pengemudi tidak perlu panik ketika mengalami salah isi BBM.
“AutoFamily dapat menghubungi layanan Emergency Roadside Assistance (ERA – 1500-898) yang tersedia 24/7,” jelas Nur, Jumat (2/10/2026).
Auto2000 menyebut tim teknisi dapat membantu membawa kendaraan ke bengkel untuk mendapatkan penanganan, termasuk menguras tangki dan memastikan tidak ada kontaminasi pada saluran bahan bakar maupun komponen terkait.










