JKTOne.com – Rajin menyikat gigi belum tentu membuat warnanya tampak putih. Selain noda kopi dan teh yang menempel, warna alami dentin di balik enamel juga memengaruhi tampilan gigi. Kondisi ini membuat perawatan gigi tidak cukup hanya berfokus pada kebersihan, tetapi juga perlu memahami penyebab perubahan warna.
Kementerian Kesehatan melalui portal Ayo Sehat menyebut kopi dan teh sebagai minuman yang dapat meninggalkan noda pada gigi. Namun, warna kekuningan tidak selalu menandakan gigi kotor. Enamel yang relatif transparan memungkinkan warna dentin di bawahnya ikut terlihat. Dentin sendiri secara alami cenderung berwarna kekuningan.
Memahami perbedaan antara noda permukaan dan warna alami gigi menjadi penting sebelum memilih produk perawatan. Pengangkatan noda bertujuan membersihkan pigmen yang menempel, sedangkan bleaching menggunakan bahan kimia, seperti hidrogen peroksida atau karbamid peroksida, untuk membantu mengubah warna gigi. Adapun optical whitening bekerja melalui koreksi warna agar gigi terlihat lebih putih secara visual.
Pendekatan terakhir ini dihadirkan usmile melalui usmile Optical White. Produk tersebut memadukan Natural Purple Corrector dengan papain untuk membantu menyamarkan tampilan kekuningan sekaligus merawat noda pada permukaan gigi.
Natural Purple Corrector bekerja berdasarkan prinsip koreksi warna optik. Warna ungu dan biru digunakan untuk membantu menetralkan kesan kuning secara visual. Efek ini berbeda dari bleaching karena koreksi optik tidak dengan sendirinya mengubah warna alami dentin.
Sementara itu, papain merupakan enzim proteolitik yang membantu memecah protein. Dalam perawatan gigi, enzim ini berpotensi membantu melepaskan komponen protein pada lapisan tempat pigmen noda menempel, sehingga proses pembersihan noda permukaan dapat terbantu.
Penelitian yang dipublikasikan dalam *Journal of Young Pharmacists* menunjukkan potensi formulasi pasta gigi yang mengandung papain dan bromelain dalam membantu mengangkat noda permukaan. Namun, hasilnya tetap bergantung pada formulasi produk secara keseluruhan dan tidak otomatis berlaku sama untuk semua pasta gigi yang mengandung enzim tersebut.
“Kebutuhan konsumen terhadap pasta gigi semakin beragam, termasuk untuk merawat noda dan menjaga tampilan gigi. Melalui usmile Optical White, kami memadukan papain dengan teknologi koreksi warna optik untuk menjawab kedua kebutuhan tersebut. Kami ingin menghadirkan inovasi yang manfaatnya mudah dipahami dan dapat menjadi bagian dari rutinitas perawatan gigi sehari-hari,” ujar Michelle, Country Manager usmile Indonesia dan Malaysia.
Meski tampilan putih menjadi perhatian, kesehatan mulut tetap menjadi hal utama. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan hampir 3,7 miliar orang di dunia mengalami penyakit gigi dan mulut. Banyak kondisi tersebut dapat dicegah melalui kebiasaan perawatan yang tepat.
Menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluorida, membersihkan sela gigi, serta menjalani pemeriksaan gigi secara berkala tetap menjadi dasar menjaga kesehatan mulut. Produk pemutih optik dapat membantu memperbaiki tampilan warna, tetapi tidak menggantikan kebiasaan tersebut.










