JKTOne.com — Mendapatkan buyer asing menjadi harapan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang tampil di Paviliun Product Placement Pilihan Busan x UMKM BISA EKSPOR dalam Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41. Bukan sekadar memajang produk, paviliun ini menjadi ruang untuk mempertemukan produk lokal dengan calon pembeli dari pasar internasional.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengunjungi paviliun di Pre-function Hall Nusantara, ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Rabu (14/10), untuk menanyakan langsung perkembangan calon pembeli kepada peserta. Sejumlah UMKM mengaku telah menerima pertanyaan dari buyer asing, bahkan mulai menjajaki pertemuan bisnis.
Salah satunya Basyira Cookies asal Jayapura, Papua, yang menawarkan biskuit berbahan dasar olahan sagu. Pemiliknya, Astia Mulyawati, mengatakan keikutsertaan tahun ini menjadi pengalaman ketiganya di TEI. Meski belum mengekspor produknya, Basyira Cookies telah menerima permintaan sampel dan berencana mengirimkannya ke Korea Selatan pada November 2026.
Harapan serupa disampaikan Forest Beverage Solution Group asal Jakarta. Perwakilannya, Muadzin Jihad, menyebut pihaknya telah mengirim sampel produk ke sejumlah negara, termasuk Malaysia, untuk membuka peluang ekspor.
Paviliun Pilihan Busan menampilkan 50 jenama terkurasi dari kategori makanan dan minuman, kriya, hingga fesyen. Inisiatif ini berawal dari kebiasaan Budi Santoso memajang produk UMKM di ruang tamunya untuk diperkenalkan kepada tamu, termasuk dari luar negeri.
Selain promosi produk, paviliun menyediakan Klinik Desain, Cek Ekspor, Export Center, InaExport, dan ruang bisnis. Kolaborasi dengan Repair Project juga memanfaatkan sekitar 360 kilogram sampah plastik daur ulang untuk kebutuhan stan, menggabungkan promosi ekspor dengan prinsip keberlanjutan.










