JKTOne.com – QRIS menjadi fitur pembayaran dompet digital yang paling banyak digunakan masyarakat, sementara ShopeePay memimpin sejumlah indikator preferensi konsumen berdasarkan riset MarkPlus bertajuk E-Wallet Research 2026: Usage Behavior & QRIS Landscape. Temuan ini menunjukkan persaingan e-wallet tidak hanya ditentukan oleh kemudahan transaksi, tetapi juga promosi, efisiensi biaya, dan fleksibilitas layanan.
Riset yang melibatkan 400 responden di berbagai kota di Indonesia tersebut mencatat 90,3 persen responden telah menggunakan dompet digital selama lebih dari dua tahun. ShopeePay menjadi layanan yang paling sering digunakan dengan persentase 40 persen, disusul GoPay 34,3 persen dan DANA 15,3 persen. ShopeePay juga paling banyak direkomendasikan responden, yakni 38 persen, diikuti GoPay sebesar 35,5 persen.
Dalam penggunaan fitur, pembayaran melalui QRIS menempati posisi teratas dengan 85,3%, disusul transfer ke rekening bank atau sesama e-wallet sebesar 77,3 persen. Belanja daring mencapai 70,8 persen, sedangkan pembelian produk digital tercatat 69 persen.
Kemudahan dan kecepatan transaksi menjadi pertimbangan utama pengguna QRIS, dengan persentase 80,8 persen. Faktor berikutnya ialah luasnya jaringan merchant sebesar 54,4 persen serta promosi dan cashback sebesar 51,3 persen.
Pada transaksi QRIS, ShopeePay mencatat posisi teratas sebagai merek yang pertama kali diingat responden atau top of mind, sebesar 37,7 persen. Layanan ini juga paling sering digunakan untuk pembayaran QRIS dengan persentase 40,5 persen, mengungguli GoPay yang mencapai 32,6 persen.
“Bagi para penyedia dompet digital, memahami perubahan preferensi konsumen serta menghadirkan pengalaman transaksi yang relevan, mudah diakses, dan menguntungkan secara konsisten menjadi kunci untuk tetap kompetitif,” kata Yosanova Savitry, Chief Marketing Officer MarkPlus Corp (MCorp), dalam konferensi pers MCorp Industry Update yang digelar secara daring melalui Zoom, Jumat (23/10/2026).
Di luar QRIS, ShopeePay juga mencatat penggunaan tertinggi untuk transfer dana sebesar 41,8 persen dan pembelian produk digital sebesar 39,5 persen. Harga kompetitif menjadi salah satu pertimbangan pembelian produk digital, dipilih oleh 65,6 persen responden.
Riset tersebut turut menyoroti peran promosi. Sebanyak 56,8 persen responden menilai ShopeePay sebagai dompet digital yang paling banyak menawarkan promosi, disusul GoPay sebesar 33,5 persen.
Sementara itu, 86,5 persen responden menyatakan pernah menggunakan fitur kredit digital. Dari kelompok tersebut, 90,8 persen pernah menggunakan PayLater, sedangkan SPayLater menjadi layanan BNPL yang paling banyak digunakan di antara pengguna PayLater, dengan persentase 77,4 persen.
Temuan MarkPlus memperlihatkan bahwa QRIS, promosi, dan efisiensi transaksi menjadi faktor penting dalam persaingan e-wallet. Namun, tantangan bagi penyedia layanan tetap sama: menjaga manfaat yang dirasakan konsumen agar tidak berhenti pada promosi sesaat, melainkan berlanjut menjadi pengalaman transaksi yang praktis dan dapat diandalkan.










