JKTOne.com – VinFast optimis kinerja pasar akan meningkat seiring bertambahnya lini produk, terutama pada tahun kedua operasional perusahaan di Indonesia sejak mulai beroperasi pada Juli 2024. Salah satu fokus utama adalah penguatan segmen komersial melalui kehadiran Limo Green, yang ditujukan tidak hanya untuk kebutuhan B2B seperti ride-hailing dan kendaraan dinas, tetapi juga terbuka bagi konsumen individu.
Hal ini ditegaskan CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto disela-sela pembukaan booth VinFast Indonesia di Perhelatan IIMS 2026.
“Ini dibuktikan dengan produksi Limo Green yang ada di pabrik Subang dan menjadi salah satu model awal yang dirakit secara lokal, bersama VF3,” jelasnya.
“Pabrik Subang dijadwalkan memulai tahap trial production setelah Lebaran 2026, dengan produksi massal ditargetkan berjalan pada akhir semester kedua 2026 atau awal 2027, setelah melalui evaluasi kualitas,” ujarnya.
Selain mobil listrik, VinFast juga berencana meluncurkan empat model sepeda motor listrik di Indonesia pada awal semester kedua 2026. Pada tahap awal, unit masih akan didatangkan dari Vietnam sambil menyiapkan infrastruktur, termasuk baterai swap yang tahap awalnya difokuskan di wilayah Jabodetabek sebelum diperluas ke daerah lain.
Dalam jangka panjang, VinFast menargetkan seluruh produk, baik mobil maupun motor listrik, akan diproduksi di Indonesia. Strategi perusahaan difokuskan pada penguatan ekosistem kendaraan listrik, termasuk infrastruktur pengisian daya, skema baterai berlangganan, serta jaminan nilai jual kembali, guna menjaga daya saing di tengah berakhirnya insentif impor kendaraan listrik.












