Erajaya
Ilustrasi AI assistant hologram

JKTOne.com – Perjalanan 30 Tahun Erajaya dalam memahami tren lifestyle dan aktivitas masyarakat urban Indonesia merupakan kisah tentang kemampuan membaca perubahan zaman yang terus bergerak. Selama tiga dekade, Erajaya tidak hanya tumbuh sebagai perusahaan teknologi dan ritel modern, tetapi juga berkembang bersama perubahan cara hidup masyarakat Indonesia yang semakin digital, aktif, terkoneksi, dan menjadikan teknologi sebagai bagian tak terpisahkan dari keseharian.

Suatu pagi di Jakarta, seorang pekerja muda memulai harinya dengan mengecek kualitas tidur melalui smartwatch yang melingkar di pergelangan tangan. Dalam perjalanan menuju kantor, ia mendengarkan podcast melalui earbuds nirkabel sambil memesan kopi lewat aplikasi digital. Sepulang bekerja, ia bergabung dalam komunitas lari di pusat kota dan mengunggah hasil latihannya ke media sosial. Semua aktivitas itu berlangsung dalam satu hari yang tampak biasa.

Pemandangan seperti ini kini menjadi bagian dari keseharian masyarakat urban Indonesia. Teknologi tidak lagi dipandang sebagai alat pelengkap, melainkan telah menyatu dalam berbagai aspek kehidupan. Cara bekerja, belajar, berkomunikasi, berbelanja, hingga menikmati waktu luang mengalami perubahan besar dalam tiga dekade terakhir.

Perubahan tersebut berjalan beriringan dengan perkembangan industri teknologi nasional. Di tengah transformasi itu, perjalanan 30 tahun Erajaya menjadi salah satu gambaran bagaimana sebuah perusahaan mampu membaca perubahan zaman sekaligus menjaga relevansinya di tengah kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

Namun jika ditarik tiga puluh tahun ke belakang, pemandangan tersebut hampir mustahil dibayangkan.

Indonesia pada pertengahan 1990-an masih hidup dalam ritme yang berbeda. Telepon genggam merupakan barang mewah. Internet belum menjadi kebutuhan sehari-hari. Aktivitas masyarakat lebih banyak berlangsung secara fisik dan tatap muka. Tetapi seiring waktu, gelombang transformasi teknologi mengubah hampir seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk cara bekerja, berkomunikasi, berbelanja, berolahraga, hingga menikmati hiburan.

Di tengah perubahan besar itulah perjalanan Erajaya dimulai.

Erajaya
Ilustrasi Warna hangat bernuansa nostalgia.

Ketika Teknologi Menjadi Bagian dari Kehidupan

Tiga puluh tahun lalu, kepemilikan telepon seluler masih terbatas pada kalangan tertentu. Fungsi perangkat komunikasi saat itu relatif sederhana: melakukan panggilan dan mengirim pesan singkat. Namun seiring berkembangnya internet dan transformasi digital, teknologi berevolusi menjadi bagian dari gaya hidup.

Saat ini masyarakat tidak lagi membeli perangkat hanya karena spesifikasi teknisnya. Mereka mencari solusi yang dapat membantu aktivitas sehari-hari, meningkatkan produktivitas, menjaga kesehatan, hingga mendukung hobi dan ekspresi diri.

Perubahan perilaku konsumen tersebut menjadi salah satu fenomena yang berhasil dibaca Erajaya sejak awal perjalanan bisnisnya. Dari distributor perangkat telekomunikasi, Erajaya berkembang menjadi ekosistem yang menghadirkan berbagai produk dan layanan yang mendukung gaya hidup modern masyarakat Indonesia.

Pandangan tersebut sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Djohan Sutanto, CEO Erajaya Active Lifestyle. Menurutnya, teknologi dan gaya hidup aktif kini tidak lagi dapat dipisahkan dalam kehidupan masyarakat modern.

“Sebagai lifestyle retailer, kami melihat bahwa teknologi dan gaya hidup aktif kini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Kami terus berinovasi untuk membangun ekosistem yang menghubungkan teknologi dengan gaya hidup sehat dan aktif, sehingga dapat menjadi wadah yang menginspirasi kolaborasi antara komunitas, merek, dan individu,” ujar Djohan Sutanto.

Pernyataan tersebut menggambarkan perubahan besar yang terjadi dalam masyarakat urban Indonesia. Teknologi tidak lagi hadir sebagai perangkat pendukung semata, melainkan menjadi bagian dari cara masyarakat menjalani hidup. Dari memantau kesehatan melalui smartwatch, mengikuti komunitas olahraga berbasis aplikasi, hingga memanfaatkan perangkat pintar untuk bekerja secara fleksibel, seluruh aktivitas tersebut menunjukkan bagaimana batas antara teknologi dan gaya hidup semakin menyatu.

Erajaya
Smart city Indonesia.

Membaca Ritme Kota yang Terus Bergerak

Masyarakat urban hidup dalam ritme yang cepat. Mobilitas tinggi, tuntutan produktivitas, dan kebutuhan akan efisiensi membuat teknologi menjadi kebutuhan utama.

Di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung, hingga Makassar, teknologi telah menjadi penghubung antara pekerjaan, pendidikan, hiburan, dan kehidupan sosial. Smartphone berubah menjadi kantor berjalan. Smartwatch menjadi asisten kesehatan pribadi. Tablet menjadi ruang belajar sekaligus sarana hiburan keluarga.

Kondisi tersebut menciptakan peluang sekaligus tantangan bagi perusahaan untuk memahami kebutuhan konsumen yang semakin kompleks. Erajaya menjawab perubahan tersebut dengan memperluas ekosistem bisnisnya, tidak hanya pada perangkat komunikasi, tetapi juga produk lifestyle, wearable technology, smart home, sport fashion, hingga mobilitas masa depan.

Fenomena ini juga diamati langsung oleh Djohan Sutanto ketika melihat perubahan perilaku masyarakat Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

“Kami melihat minat masyarakat terhadap olahraga itu menguat. Produk-produk kami berada di segmen smart lifestyle yang berhubungan dengan Internet of Things (IoT), olahraga, dan gaya hidup. Hal inilah yang membuat permintaan terhadap produk-produk tersebut terus meningkat,” kata Djohan Sutanto.

Peningkatan kesadaran akan kesehatan, keseimbangan hidup, serta kebutuhan untuk tetap terkoneksi menjadi karakter baru masyarakat urban Indonesia. Mereka tidak hanya mencari teknologi yang canggih, tetapi teknologi yang mampu mendukung kualitas hidup yang lebih baik.

Erajaya
Gedung kota sederhana dengan Nuansa biru futuristik.

Dari Konsumen Menjadi Komunitas

Perubahan menarik lainnya dalam masyarakat urban adalah munculnya budaya komunitas berbasis minat.

Pengguna smartphone membentuk komunitas fotografi digital. Pecinta olahraga memanfaatkan wearable device untuk berbagi capaian kebugaran. Komunitas gaming berkembang menjadi ekosistem kreatif yang melibatkan jutaan orang. Bahkan aktivitas outdoor kini semakin didukung oleh teknologi yang membuat pengalaman menjadi lebih aman dan menyenangkan.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara perusahaan dan pelanggan telah berubah. Konsumen tidak lagi sekadar membeli produk, tetapi mencari pengalaman, keterhubungan, dan nilai yang sesuai dengan gaya hidup mereka.

Di era ekonomi pengalaman seperti sekarang, keberhasilan sebuah perusahaan tidak hanya ditentukan oleh jumlah produk yang terjual, tetapi oleh kemampuannya membangun ekosistem yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Smartphone.

Menyambut Masa Depan Indonesia yang Terkoneksi

Indonesia saat ini sedang menikmati bonus demografi yang didominasi generasi muda. Mereka tumbuh bersama internet, teknologi digital, dan konektivitas tanpa batas.

Generasi ini bekerja secara fleksibel, belajar melalui platform digital, membangun bisnis dari media sosial, dan menjadikan teknologi sebagai bagian dari identitas sehari-hari. Dalam konteks tersebut, teknologi bukan lagi pilihan, melainkan fondasi kehidupan modern.

Karena itu, relevansi sebuah perusahaan tidak hanya ditentukan oleh kemampuannya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga memahami perubahan perilaku manusia yang menggunakannya.

Erajaya memahami bahwa masa depan bukan semata tentang perangkat yang semakin canggih, tetapi tentang bagaimana teknologi dapat memberikan manfaat yang nyata bagi kehidupan masyarakat.

Erajaya
Ilustrasi gambar berbentuk timeline modern.

Tiga Dekade Membaca Perubahan

Perjalanan 30 tahun Erajaya pada akhirnya bukan hanya kisah tentang pertumbuhan bisnis atau perkembangan industri teknologi. Ini adalah cerita tentang kemampuan membaca perubahan manusia.

Ketika masyarakat Indonesia beralih dari sekadar pengguna teknologi menjadi generasi yang menjadikan teknologi sebagai bagian dari identitas dan gaya hidup, Erajaya turut bertransformasi menjadi ekosistem yang menghubungkan inovasi global dengan kebutuhan lokal.

Dari era telepon genggam sederhana hingga era kecerdasan buatan, wearable technology, kendaraan listrik, dan smart lifestyle, Erajaya terus hadir mengikuti denyut perubahan tersebut. Tiga dekade perjalanan ini membuktikan bahwa relevansi tidak dibangun dari seberapa besar perusahaan bertumbuh, melainkan dari seberapa dalam perusahaan memahami masyarakat yang dilayaninya.

Sebagaimana disampaikan Djohan Sutanto, teknologi dan gaya hidup kini berjalan beriringan. Karena itu, keberhasilan sebuah perusahaan di masa depan tidak hanya ditentukan oleh inovasi yang dihadirkan, tetapi juga oleh kemampuannya membangun ekosistem yang mendukung kualitas hidup masyarakat.

Pada akhirnya, teknologi terbaik bukanlah yang paling canggih. Teknologi terbaik adalah yang mampu membuat hidup masyarakat menjadi lebih mudah, lebih sehat, lebih produktif, dan lebih bermakna. Dan selama 30 tahun, itulah perjalanan yang terus ditempuh Erajaya bersama masyarakat Indonesia.

LEAVE A REPLY