JKTOne.com – Kementerian Perdagangan (Kemendag) memperkuat kemitraan 11 UMKM fesyen dengan Metro Department Store sebagai upaya memperluas akses pasar produk lokal melalui ritel modern. Kemitraan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan kontrak dagang di Trans Studio Mall Cibubur, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026).
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, kemitraan tersebut merupakan implementasi Program Pengamanan Pasar Dalam Negeri yang bertujuan memperkuat daya saing produk UMKM Indonesia. Menurutnya, pasar domestik yang besar harus menjadi ruang utama bagi produk-produk lokal untuk berkembang dan mampu bersaing dengan produk impor.
“Kita ingin pasar dalam negeri yang besar ini diisi oleh produk-produk lokal. Kita tidak anti terhadap produk asing, tetapi ingin produk lokal dapat berdampingan (co-branding) dan bersaing dengan produk asing. Masuknya produk dari 11 UMKM terpilih ke Metro Department Store menjadi bukti bahwa produk-produk tersebut telah mampu bersaing dengan produk asing,” ujar Budi Santoso.
Kemitraan tersebut merupakan hasil proses kurasi yang dilakukan Kemendag bersama Metro Department Store terhadap 81 UMKM binaan Kemendag. Dari proses tersebut, sebanyak 11 jenama lokal dinilai memenuhi standar kualitas ritel modern dan resmi menjadi mitra pemasok Metro Department Store.
Sebelas jenama tersebut meliputi Bhumitala, Bersama Teman Hidup, Cya Wardrobe, Karimake, Dots Indonesia, HRG All, Lavanya, Cylvies, Jemma Modest, Yusuf.ind, dan Bendera.co.
Dalam kesempatan itu, Mendag turut menyaksikan dua penandatanganan strategis, yakni Nota Kesepahaman antara Kemendag dan Metro Department Store yang ditandatangani Direktur Pemasaran Produk Dalam Negeri Kemendag Dewi Rokhayati bersama Komisaris Metro Department Store H.H. Yong, serta penandatanganan kontrak dagang antara Metro Department Store dengan 11 UMKM fesyen terpilih.
Budi Santoso menegaskan, Metro Department Store merupakan mitra strategis dalam memperluas distribusi produk UMKM, khususnya sektor fesyen, alas kaki, dan aksesori. Saat ini Metro Department Store memiliki 14 gerai di berbagai kota di Indonesia dengan rata-rata kunjungan mencapai 2,54 juta orang setiap tahun.
Menurutnya, keberhasilan produk UMKM masuk ke jaringan ritel modern menunjukkan kualitas produk lokal yang semakin meningkat. Saat ini sekitar 60 persen produk yang dipasarkan Metro Department Store merupakan produk lokal.
“Syarat utama bagaimana bisa masuk di Metro Department Store atau di ritel modern yang lainnya adalah kualitasnya, karena kualitas ini akan menjaga kepercayaan. Oleh karena itu, kami selalu sampaikan ke UMKM untuk terus mempertahankan kualitas sehingga mampu bersaing dengan produk-produk lainnya,” katanya.
Kemendag juga terus memperluas akses pasar UMKM melalui berbagai program kemitraan dengan pelaku ritel modern. Sepanjang 2025 hingga 2026, sebanyak 1.477 UMKM telah difasilitasi melalui berbagai kegiatan seperti pameran dagang, business matching, Mall to Mall Expo, Pangan Nusa Expo, UMKM Goes to Ritel Modern, Program Teras Indonesia bersama IKEA, kemitraan dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero), hingga berbagai program promosi lainnya.
Selain itu, Kemendag menggencarkan Program Belanja di Indonesia Aja (BINA) bersama pelaku ritel modern. Program tersebut menghadirkan berbagai promo dan potongan harga pada momentum tertentu, seperti libur sekolah, Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, serta periode libur nasional lainnya guna mendorong konsumsi produk dalam negeri.
Sementara itu, Presiden Komisaris Metro Department Store Anita Ratnasari Tanjung mengapresiasi sinergi dengan Kemendag dalam menghadirkan lebih banyak produk UMKM ke jaringan Metro. Menurutnya, seluruh produk yang dipasarkan telah melalui proses kurasi sehingga memenuhi standar kualitas, kreativitas, dan inovasi yang dibutuhkan ritel modern.
“Kami berterima kasih atas dukungan penuh pemerintah terhadap produk-produk UMKM lokal Indonesia. Produk UMKM yang hadir di Metro Department Store telah melalui proses kurasi dan memiliki kualitas, kreativitas, serta inovasi yang baik,” ujar Anita.
Apresiasi juga disampaikan pendiri Bhumitala, Sekar Hapsari. Salah satu UMKM terpilih tersebut menilai dukungan Kemendag dan Metro Department Store menjadi peluang penting bagi jenama lokal untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk Indonesia di sektor ritel modern.









