XPENG
Vice President Marketing of XPeng Indonesia, Hari Arifianto.

JKTOne.com – Ketika isu pelemahan daya beli mulai membayangi industri otomotif nasional, pasar mobil premium justru belum sepenuhnya kehilangan tenaga. XPeng Indonesia mengklaim penjualan kendaraan listrik premiumnya masih relatif stabil, sementara ceruk pasar kelas atas dinilai masih terbuka untuk digarap.

Vice President Marketing of XPeng Indonesia, Hari Arifianto, mengatakan penjualan XPeng sejak awal tahun hingga saat ini belum mengalami dampak signifikan akibat pelemahan daya beli masyarakat.

“So far penjualan kita masih lumayan stabil mulai dari awal tahun sampai bulan ini. Satu-satunya faktor yang memengaruhi performa penjualan kita lebih kepada ketersediaan supply,” kata Hari Arifianto di sela-sela Media Drive kepada JKTOne.com di ISDC, Serpong, Selasa (1/9/2026).

Menurut Hari, keterlambatan konsumen mendapatkan kendaraan justru lebih banyak dipengaruhi oleh ketersediaan unit sesuai preferensi, terutama kombinasi warna eksterior dan interior.

Kondisi tersebut membuat XPeng belum melihat adanya gejala penurunan permintaan yang signifikan dari konsumen di segmen menengah atas.

Meski demikian, Hari menilai kondisi tersebut tidak berarti pasar premium sepenuhnya kebal terhadap tekanan ekonomi. Dampak pelemahan daya beli mungkin tetap ada, namun belum terlihat secara besar pada pola pembelian konsumen XPeng.

XPENGIa mengatakan karakter pembelian kendaraan premium juga berbeda karena sebagian konsumen telah merencanakan penggantian kendaraan secara berkala, misalnya setiap tiga hingga lima tahun.

“Reason pelanggan dalam melakukan pembelian kendaraan itu macam-macam. Ada yang memang dananya sudah dicadangkan untuk penggantian kendaraan tiga tahun sekali atau lima tahun sekali,” ujarnya.

Menurut Hari, kondisi tersebut membuat pola pembelian kendaraan di segmen premium lebih terstruktur, terutama karena sebagian konsumennya berasal dari kalangan pelaku bisnis.

Di sisi lain, XPeng masih melihat adanya ruang pertumbuhan di pasar kendaraan listrik premium Indonesia. Perusahaan menilai sejumlah segmen kendaraan premium masih memiliki ceruk pasar yang belum terisi secara maksimal.

“Yang di kelas atasnya juga masih ada ceruk yang kosong, makanya kita isi,” kata Hari.

XPeng pun melihat pasar Indonesia masih menawarkan peluang bagi kendaraan listrik premium dengan fitur lengkap dan posisi produk yang lebih tinggi.

LEAVE A REPLY