JKTOne.com – Jakarta bukan lagi satu-satunya arena pertumbuhan XPeng Indonesia. Ketika pembeli mobil listrik mulai bermunculan dari berbagai daerah dan pembelian melalui skema kredit meningkat, XPeng kini bergerak memperluas pasar ke sejumlah kota besar.
Vice President Marketing of XPeng Indonesia, Hari Arifianto, mengatakan strategi peningkatan penjualan XPeng tidak lagi hanya mengandalkan pasar Greater Jakarta.
“Salah satu strategi kita untuk meningkatkan penjualan memang kita harus sudah mulai keluar dari Greater Jakarta,” kata Hari Arifianto di sela-sela Media Drive kepada JKTOne.com di ISDC, Serpong, Selasa (1/9/2026).
XPeng sebelumnya telah mulai memperluas kehadiran di sejumlah kota, termasuk Bandung, Semarang dan Surabaya. Bahkan perusahaan berencana memperkuat jaringan di Surabaya dengan tambahan dealer.
Menurut Hari, keputusan tersebut muncul setelah XPeng melihat pola pembelian dari konsumen di luar Greater Jakarta mulai meningkat.

Perusahaan kemudian melihat potensi pasar premium di sejumlah daerah memiliki kontribusi yang cukup signifikan.
Surabaya menjadi salah satu kota yang dianggap potensial karena posisinya sebagai kota besar setelah Jakarta. Sementara Semarang dinilai memiliki potensi sebagai kota bisnis sekaligus wilayah penghubung antara kawasan barat dan timur Indonesia.
Bandung juga menjadi perhatian karena kedekatannya dengan Jakarta dan besarnya potensi pasar kendaraan premium di Jawa Barat.
XPeng juga melihat peluang pasar di Sumatera. Medan disebut menjadi salah satu wilayah yang masuk dalam rencana pengembangan, sementara pembukaan lokasi di Batam juga sedang dipersiapkan.
Di tengah ekspansi tersebut, Hari melihat perubahan pola pembelian kendaraan juga menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan XPeng. Konsumen yang membeli kendaraan melalui skema kredit disebut mulai meningkat.
“Komposisi pembelian kendaraan yang kredit itu bertambah. Ini menunjukkan masyarakat sudah tidak ragu untuk berkomitmen,” ujarnya.
Menurut Hari, peningkatan pembelian melalui kredit menjadi peluang penting bagi XPeng untuk memperluas pasar di luar konsumen tradisional yang selama ini lebih banyak membeli kendaraan secara tunai.
Ekspansi jaringan ke berbagai daerah diharapkan mampu menjangkau konsumen baru sekaligus memperkuat pertumbuhan pasar kendaraan listrik premium di Indonesia.










