JKTOne.com – Sepuluh tahun hadir di Bekasi, BINUS @Bekasi tidak hanya mencatat pertumbuhan jumlah mahasiswa dan alumni, tetapi juga menghadapi tantangan yang lebih besar: seberapa jauh pendidikan tinggi mampu mengikuti kebutuhan industri yang terus berubah. Momentum satu dekade ini ditandai dengan pembukaan program studi Global Trade Management (GTM) dan penghargaan MURI atas Tes Potensi Diri kepada lebih dari 3.500 pelajar.
Rektor BINUS UNIVERSITY, Dr. Nelly, S.Kom., M.M., CSCA, mengatakan keberadaan BINUS @Bekasi merupakan bagian dari kontribusi institusi dalam membangun dan melayani bangsa. Menurutnya, pendidikan harus terus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan kawasan.
“Ini merupakan bentuk kontribusi BINUS, khususnya BINUS @Bekasi, kepada masyarakat sesuai dengan visi BINUS dan cita-cita untuk membangun serta melayani bangsa, menuju Indonesia yang lebih baik,” ujar Nelly dalam jumpa pers di Multimedia Gallery BINUS @Bekasi, Jawa Barat, Rabu (16/9/2026).
Pernyataan tersebut menjadi relevan di tengah karakter Bekasi yang berkembang sebagai kawasan industri, perdagangan, hunian, hingga pusat aktivitas ekonomi. Artinya, kebutuhan terhadap lulusan perguruan tinggi bukan sekadar bertambahnya jumlah sarjana, tetapi juga kompetensi yang benar-benar sesuai dengan perubahan dunia kerja.
Direktur Kampus BINUS @Bekasi, Prof. Gatot Soepriyanto, menyebut BINUS @Bekasi kini memiliki 10 program studi sarjana dari enam fakultas. Kampus tersebut mencatat sekitar 3.100 mahasiswa aktif dan telah meluluskan 2.238 alumni selama satu dekade.
“Sepuluh tahun lalu kami memulai dengan satu keyakinan sederhana: bahwa Bekasi layak memiliki pendidikan tinggi yang setara dengan denyut industrinya. Hari ini, dengan 2.238 alumni yang sudah bekerja dan 3.100 mahasiswa yang sedang belajar di sini, keyakinan itu sudah menjadi kenyataan,” ujar Gatot.
Namun, tantangan pendidikan tinggi tidak berhenti pada jumlah mahasiswa maupun alumni. Dunia industri kini menuntut kemampuan yang semakin spesifik, mulai dari teknologi, komunikasi lintas budaya, hingga pemahaman terhadap rantai pasok dan perdagangan internasional.
Karena itu, pembukaan Global Trade Management (GTM) di bawah BINUS Business School Undergraduate Program menjadi salah satu respons BINUS @Bekasi terhadap perubahan tersebut. Program ini sekaligus menjadi program studi ke-10 di kampus tersebut.
GTM diarahkan untuk menyiapkan talenta yang memahami perdagangan dan bisnis global. Kehadirannya menjadi menarik karena Bekasi berada dalam ekosistem ekonomi yang beririsan langsung dengan kawasan industri dan aktivitas bisnis berskala nasional maupun internasional.
Di sisi lain, BINUS @Bekasi mencatat lebih dari 468 prestasi mahasiswa di tingkat nasional dan internasional selama satu dekade terakhir. Capaian tersebut menunjukkan aktivitas mahasiswa tidak hanya berorientasi pada ruang kelas, tetapi juga kompetisi dan pengembangan kemampuan di luar akademik.
Dalam momentum yang sama, MURI memberikan penghargaan kepada BINUS @Bekasi atas pelaksanaan Tes Potensi Diri secara seri kepada lebih dari 3.500 pelajar di sekolah masing-masing.
Program tersebut dirancang membantu siswa mengenali kekuatan dan minat sebagai salah satu dasar menentukan pilihan pendidikan dan karier. Perwakilan MURI, Tri, berharap kegiatan serupa dapat terus dilanjutkan.
“Semoga kegiatan tersebut dapat terus dilanjutkan untuk membantu para siswa menentukan arah pendidikan dan masa depan mereka,” ujar Tri.
Perayaan satu dekade BINUS @Bekasi dikemas melalui INCOSPIRE: Celebrating 10 Years of BINUS @Bekasi. Kegiatan tersebut menghadirkan talkshow bersama Ernest Prakasa serta melibatkan mahasiswa, pelajar, alumni, industri, komunitas, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Sepuluh tahun menjadi catatan penting. Namun, tantangan berikutnya bukan lagi sekadar bagaimana kampus tumbuh di Bekasi, melainkan bagaimana lulusan yang dihasilkan benar-benar mampu menjawab kebutuhan industri, membuka peluang baru, dan ikut menggerakkan ekonomi kawasan.
Di titik inilah relevansi pendidikan tinggi akan terus diuji: bukan hanya berapa banyak mahasiswa yang masuk dan lulus, tetapi seberapa besar kompetensi mereka dibutuhkan ketika memasuki dunia kerja.










