JKTOne.com — Bumbu Nusantara berpeluang memperluas pasar internasional, tetapi promosi cita rasa saja tidak cukup. Ketersediaan bahan baku, kesinambungan pasokan, dan biaya logistik menjadi tantangan yang perlu dijawab agar produk pangan Indonesia dapat memenuhi kebutuhan restoran di mancanegara.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendorong kolaborasi dengan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk melalui program S’RASA (Rasa Rempah Indonesia) dalam rangkaian Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di ICE BSD City, Sabtu (17/10).
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mengatakan, penguatan ekosistem ekspor kuliner membutuhkan keterhubungan antara promosi, akses pasar, dan rantai pasok.
“Melalui S’RASA, kami mendorong promosi produk pangan, bumbu, dan rempah Indonesia yang tidak hanya berfokus pada pengenalan produk, tetapi juga pada pemenuhan kebutuhan pelaku usaha kuliner di luar negeri, termasuk ketersediaan bahan baku, kesinambungan pasokan, dan dukungan logistik,” ujar Roro.
Paviliun S’RASA juga menghadirkan demonstrasi memasak bersama Vanny Prihatiningsih dari Garuda Indonesia dan Chef Vindex Tengker. Mereka menyajikan ayam balado dan rendang telur menggunakan bumbu DBFoods, serta rendang dan kalio ayam dengan bumbu Subanabana.
Selain itu, forum bisnis “Secret Ingredients for Global Culinary Business” membahas tantangan pasokan, regulasi, dan logistik bagi restoran serta merek makanan Indonesia di pasar internasional.
Kolaborasi ini membuka peluang penjajakan dukungan distribusi melalui layanan kargo Garuda Indonesia. Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada kelayakan operasional, biaya pengiriman, dan kemampuan produsen menjaga pasokan secara konsisten.










