JKTOne.com – Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan PT Nestlé Indonesia menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mendorong ekspor produk pertanian Indonesia, terutama kopi, melalui penguatan kapasitas petani dan pemanfaatan jaringan pasar global.
Penandatanganan berlangsung di sela-sela Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Kamis (15/10/2026), disaksikan Menteri Perdagangan Budi Santoso. Kesepakatan tersebut ditandatangani Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi dan Presiden Direktur Nestlé Indonesia Georgios Badaro.
Melalui kerja sama ini, Nestlé Indonesia berkomitmen mengakomodasi ekspor produk jadi dan bahan baku kopi asal Indonesia senilai hingga US$600 juta atau lebih dari Rp10 triliun dalam tiga tahun ke depan.
Mendag Budi Santoso mengapresiasi kontribusi Nestlé yang telah berinvestasi di Indonesia selama lebih dari 50 tahun, termasuk dalam mendukung UMKM, petani kopi, dan peternak sapi melalui rantai pasok perusahaan.
“Investasi yang sudah berjalan lebih dari 50 tahun ini sangat membantu UMKM, peternak, dan para petani kopi kita,” kata Budi.
Kemendag juga mendorong penguatan potensi ekspor melalui program Desa Berani Inovasi, Siap Adaptasi (BISA) Ekspor. Program tersebut telah menjangkau 2.616 desa, dengan 787 desa terpantau siap ekspor, termasuk 78 desa penghasil kopi.
Menurut Budi, jejaring perwakilan perdagangan Indonesia di 33 negara turut dimanfaatkan untuk mempertemukan eksportir dengan calon pembeli internasional melalui penjajakan bisnis.
Sementara itu, Georgios Badaro menyatakan kolaborasi tersebut diharapkan memperluas jangkauan produk Indonesia sekaligus memperkuat daya saing industri manufaktur nasional.
Pada kesempatan yang sama, Mendag melepas ekspor kopi olahan Nestlé Indonesia ke Melbourne, Australia. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses produk Indonesia ke pasar internasional dengan memperhatikan standar kualitas, ketertelusuran, dan keberlanjutan.










