JKTOne.com – Suasana Epicentrum XXI, Jakarta, berubah dramatis menjadi lanskap futuristik Planet Mars saat film Pelangi di Mars resmi diperkenalkan kepada publik melalui gala premiere yang megah. Momen ini menjadi penanda berakhirnya perjalanan panjang produksi selama lebih dari lima tahun untuk menghadirkan film anak Indonesia dengan skala visual dan imajinasi yang berbeda.
Film Pelangi di Mars secara resmi “mendarat” di Bumi untuk pertama kalinya melalui sebuah gala premiere yang digelar megah dan magis. Momen ini menjadi puncak penantian panjang selama lebih dari lima tahun bagi salah satu proyek sinema anak paling ambisius di Indonesia.
Malam spesial tersebut dihadiri oleh dua sosok utama di balik lahirnya film ini, yakni produser Dendi Reynando dan sutradara Upie Guava. Turut hadir pula komposer musik Eunike Tanzil, serta jajaran pemeran utama seperti Messi Gusti, Lutesha, Rio Dewanto, Myesha Lin, dan Livy Renata.
Tidak ketinggalan para pengisi suara karakter robot yang ikut memberi nyawa pada film ini, antara lain Bimo Kusumo (Bimoky), Kristo Immanuel, Gilang Dirga, Vanya Rivani, hingga Dimitri Arditya. Sementara itu, gerakan ikonik para robot juga diperankan oleh para body actor seperti Almanzo Konoralma, Rika Kenja, dan Satria Towel.
Menjelang pemutaran film, para tamu diajak merasakan pengalaman imajinatif yang berbeda. Rumah produksi Mahakarya Pictures berhasil menyulap area Epicentrum XXI menjadi ruang penuh imajinasi dengan dekorasi megah ala Planet Mars. Atmosfer yang dihadirkan seolah membawa para undangan masuk ke dalam dunia petualangan Pelangi dan para robotnya.
Dalam sesi konferensi pers, produser Dendi Reynando mengungkapkan rasa bangga atas perjalanan panjang yang akhirnya berbuah manis.
“Setelah perjalanan lebih dari lima tahun yang penuh tantangan, Mahakarya Pictures dengan sangat bangga akhirnya dapat mempersembahkan Pelangi di Mars untuk seluruh masyarakat Indonesia. Ini adalah kado untuk mimpi anak-anak kita,” ujarnya.
Sutradara Upie Guava juga mengaku haru melihat visi yang dibangun bersama ratusan kru kini hadir di layar lebar.
“Saya merasa terharu sekaligus lega. Kerja keras ratusan kru yang memiliki satu visi untuk membangkitkan mimpi anak Indonesia akhirnya siap dinikmati masyarakat,” katanya.
Usai pemutaran perdana, gelombang apresiasi mengalir dari para undangan yang hadir. Banyak yang mengaku tak menyangka film anak Indonesia mampu menghadirkan skala visual dan penceritaan sebesar ini.
“Jujur saya terharu dan sangat bangga. Ternyata film Indonesia sudah bisa sampai di tahap ini, di skala ini. Titik bersejarah ini ditandai oleh sebuah film anak yang bisa dinikmati seluruh anggota keluarga. Apresiasi setinggi-tingginya untuk Mas Upie dan tim,” ujar salah satu penonton yang hadir.
Momen magis di Gala Premiere ini menjadi awal perjalanan Pelangi di Mars sebelum menyapa penonton luas. Persahabatan Pelangi bersama para robotnya siap membawa petualangan imajinatif yang dapat dinikmati oleh seluruh keluarga Indonesia.










