JKTOne.com – Daewoong Pharmaceutical Indonesia bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) menggelar edukasi kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit kardiovaskular, khususnya terkait angin duduk yang kerap disalahartikan sebagai masuk angin biasa.
Kegiatan yang digelar menjelang World Heart Day itu menekankan bahwa angin duduk dapat menjadi gejala angina pektoris, yaitu kondisi ketika otot jantung tidak mendapatkan pasokan darah dan oksigen yang cukup. Kesalahan mengenali gejala tersebut dinilai membuat banyak pasien terlambat mendapatkan penanganan medis.
Berdasarkan studi One ACS Registry di 14 rumah sakit Indonesia, sebanyak 34,8 persen pasien infark miokard akut tidak memperoleh terapi reperfusi untuk membuka sumbatan pembuluh darah jantung. Bahkan hanya 21,8 persen pasien yang mendapatkan penanganan dalam waktu tiga jam sejak gejala muncul.
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah yang berafiliasi dengan PERKI, dr. Febtusia Puspitasari, Sp.JP, FIHA, FAsCC, FESC, mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh gejala nyeri dada.
“Angin duduk yang sering dianggap ringan dan coba diatasi dengan kerokan sebenarnya merupakan gejala khas angina pektoris. Terutama bila nyeri terasa seperti ditekan di bagian tengah dada, menjalar ke rahang atau lengan, atau muncul saat beristirahat,” ujar dr. Febtusia.
Ia menegaskan, keterlambatan penanganan dapat berujung pada serangan jantung akut hingga kematian mendadak. Karena itu, masyarakat dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala tersebut.
Sementara itu, Head of Brand & Marketing Daewoong Pharmaceutical Indonesia, dr. Wicak Prasetiadi, menyoroti pentingnya pengendalian kadar kolesterol jahat (LDL-C) sebagai langkah utama mencegah penyakit kardiovaskular.
“Bagi pasien yang sulit mencapai target LDL-C dengan terapi statin tunggal, pendekatan kombinasi statin dan ezetimibe dapat menjadi pilihan efektif karena bekerja melalui dua jalur berbeda dalam mengendalikan kolesterol,” jelasnya.
Daewoong juga memperkenalkan terapi kombinasi dalam satu tablet untuk membantu meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan.
Head of Indonesia Business Division Daewoong Pharmaceutical, Baik In Hyun, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mendukung edukasi kesehatan berbasis sains di Indonesia.
“Melalui kolaborasi dengan PERKI, kami ingin terus menyebarkan informasi kesehatan yang akurat dan bermanfaat agar masyarakat lebih waspada terhadap risiko penyakit kardiovaskular,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Daewoong dan PERKI berharap masyarakat semakin memahami bahwa angin duduk bukan sekadar masuk angin, melainkan sinyal peringatan dini yang memerlukan perhatian dan pemeriksaan medis segera.










