ICX

JKTOne.com — Indonesia Coffee Expo 2026 mendorong penguatan ekosistem kopi lokal Indonesia melalui kolaborasi pelaku industri, komunitas, UMKM, perbankan, hingga konsumen. Pameran tersebut akan berlangsung pada 4–6 September 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) Senayan, Jakarta.

Indonesia Coffee Expo 2026 menjadi rangkaian penutup setelah sebelumnya digelar di Surabaya dan Medan. Penyelenggara menargetkan sekitar 10 ribu pengunjung dalam penyelenggaraan di Jakarta.

Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung, mengatakan ICX tidak hanya menjadi ajang pameran kopi, tetapi juga wadah untuk mempertemukan berbagai elemen dalam ekosistem kopi.

“Target kami di Jakarta itu adalah sekitar 10.000 pengunjung yang akan hadir,” ujar Daswar dalam jumpa pers Indonesia Coffee Expo Jakarta 2026 di Midaz Senayan, Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Menurut Daswar, antusiasme masyarakat terhadap ICX terlihat dari penyelenggaraan di Surabaya dan Medan. Bahkan, di Surabaya, sejumlah exhibitor disebut mengalami tingginya permintaan terhadap produk yang dibawa.

“ECX Expo merupakan sebuah acara pameran, bukan hanya untuk menyelenggarakan pameran kopi, tapi merupakan ekosistem kopi yang ada di sekitar kita,” katanya.

ICX
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu.

Penyelenggaraan Indonesia Coffee Expo 2026 juga mendapat dukungan dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN. Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu menilai kopi telah berkembang dari sekadar minuman menjadi bagian dari gaya hidup sekaligus industri yang memiliki ekosistem luas.

Menurut Nixon, sekitar enam dari 10 penikmat kopi saat ini mengonsumsi kopi setiap hari. Sementara itu, tiga dari 10 orang disebut mengonsumsi kopi dua kali sehari.

“Artinya hari ini kita lihat bahwa kegemaran orang Indonesia terhadap kopi luar biasa. Dan yang paling luar biasa kita juga lihat bahwa kegemarannya kopi lokal luar biasa,” ujar Nixon.

Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan besarnya potensi kopi lokal untuk menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Terlebih, minat generasi muda terhadap produk kopi lokal dinilai semakin kuat.

Nixon menjelaskan, di balik secangkir kopi terdapat rantai ekosistem yang panjang, mulai dari petani, pengolah, roaster, distributor, kedai kopi, barista, lembaga pendidikan, hingga UMKM yang memasok berbagai kebutuhan industri.

“Dari mulanya petani, pengolah, roaster, distribusi, coffee shop, ada cerita barista, ada sekolahnya dulu, ada kursusnya, ada UMKM yang memasok juga hingga konsumen menikmati,” katanya.

Karena itu, BTN melihat industri kopi memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui pendekatan ekosistem. Nixon mengatakan kerja sama dengan ICX menjadi bagian dari upaya BTN membangun kolaborasi dengan berbagai komunitas dan industri kreatif.

“Jadi kita melihat marketnya besar. Potensinya besar. Sangat lokal dan menyentuh banyak sektor. Dan yang paling menarik lagi, kopi hari ini tidak bisa dilepas dari industri kreatif,” ujar Nixon.

ICXMenurut dia, perkembangan industri kopi juga berjalan beriringan dengan perubahan gaya hidup masyarakat. Jenis dan penyajian kopi yang semakin beragam menunjukkan kreativitas yang terus berkembang.

“Kopi bukan sekadar minuman hari ini. Kopi itu sudah menyatu dengan lifestyle,” katanya.

Nixon juga melihat potensi ekonomi industri kopi yang sangat besar bagi Indonesia. Jika Indonesia mampu meningkatkan posisi sebagai salah satu eksportir kopi utama dunia, dampaknya dinilai dapat dirasakan hingga tingkat petani dan masyarakat di daerah penghasil kopi.

“Bayangin kalau kita jadi eksportir kopi terbesar yang satu di dunia. Impact ekonominya itu luar biasa sampai ke petani,” ujarnya.

Ia berharap ICX dapat berkembang menjadi agenda tahunan yang semakin besar dan menjangkau lebih banyak kota di Indonesia. Setelah Medan, Surabaya, dan Jakarta, penyelenggaraan berikutnya diharapkan dapat hadir di kota-kota lain yang memiliki potensi kopi dan kuliner lokal.

“Ini akan menciptakan satu ekonomi baru buat negara ini,” kata Nixon.

Nixon mencontohkan dampak ekonomi dari penyelenggaraan event olahraga yang melibatkan masyarakat dan wisatawan. Menurutnya, kegiatan berbasis komunitas dapat memberikan efek berganda terhadap sektor hotel, makanan, transportasi, hingga perjalanan wisata.

Ia berharap dukungan berbagai pihak, termasuk media, dapat membantu menyukseskan Indonesia Coffee Expo 2026 sekaligus memperkuat kemandirian industri kopi nasional.

“Karena kalau acara ini sukses, berarti kita niatnya sama. Membuat kemandirian di industri kopi di Indonesia. Dan saya lihat potensi itu sangat kuat di Indonesia,” tutup Nixon.

LEAVE A REPLY