JKTOne.com — Erajaya Group memperkuat pendidikan vokasi untuk mendukung kesiapan sumber daya manusia menghadapi kebutuhan industri. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, di Yogyakarta, 19 Agustus 2026.
Kerja sama ini menjadi kelanjutan kolaborasi yang telah berjalan sejak 2019. Bagi Erajaya Group, hubungan antara pendidikan dan industri penting untuk membentuk talenta yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja.
Group Chief of HC, GA, Litigations & CSR Erajaya Group, Jimmy Peranginangin, mengatakan pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam menghubungkan kebutuhan industri dengan pengembangan kompetensi siswa.
“Erajaya melihat kolaborasi dengan pendidikan vokasi sebagai bagian penting dalam membangun koneksi antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri,” ujar Jimmy.
Hingga 2026, Erajaya Group telah bermitra dengan 221 SMK yang tersebar di 29 provinsi dan 112 kota/kabupaten. Kolaborasi mencakup pengenalan industri, pengembangan kompetensi, praktik kerja lapangan, hingga peluang memasuki dunia kerja.
Direktur SMK Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Dr. Arie Wibowo Khurniawan, mengatakan penguatan link and match antara SMK dan industri perlu terus dilakukan.
“Implementasi 8+i sebagai bentuk link and match antara SMK dan dunia industri terus kita perkuat,” kata Arie.
Menurutnya, program magang perlu dirancang lebih terstruktur dan memberikan dampak nyata. Kemitraan industri juga perlu diperluas, khususnya bagi SMK di luar Pulau Jawa yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap mitra industri.
Ke depan, Erajaya Group akan memperluas kolaborasi dengan SMK di berbagai wilayah Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi siswa dan tenaga pendidik sekaligus memperluas akses pengalaman industri dan peluang kerja bagi lulusan SMK.










