IISE

JKTOne.com — BRIN mengungkap kontribusi riset dan pengembangan atau Research and Development (R&D) dari sektor swasta di Indonesia masih berada di kisaran 12–15 persen. Angka tersebut dinilai masih rendah dibandingkan negara-negara maju yang kontribusi R&D sektor swastanya telah mencapai lebih dari 50 persen.

Hal itu disampaikan Kepala BRIN Arif Satria saat doorstop media di sela-sela Peluncuran IISE 2026 di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo, Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Selasa (8/9/2026).

IISE 2026 atau Indonesia International Science Expo dirancang sebagai forum yang mempertemukan periset, perguruan tinggi, industri, pemerintah, investor, startup, UMKM, komunitas, hingga mitra global. Puncak penyelenggaraan dijadwalkan berlangsung pada 10–13 Desember 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang.

Mengusung tema “Accelerating Innovation Collaboration towards Indonesia Emas 2045: From Invention to National Impact”, IISE 2026 diarahkan untuk mendorong hasil riset dan inovasi agar tidak berhenti di laboratorium, tetapi dapat dimanfaatkan industri dan masyarakat.

“Kalau kita lihat di berbagai negara, kontribusi R&D oleh swasta di negara-negara maju sebaiknya sudah di atas 50 persen. Jadi anggaran riset oleh swasta di negara-negara maju sudah di atas 50 persen. Di Indonesia masih kurang lebih sekitar 12-15 persen,” ujar Arif.

BRINMenurut Arif, peningkatan peran swasta dalam R&D menjadi penting untuk memperkuat daya saing industri. Perusahaan tidak hanya diharapkan menjadi pengguna hasil riset, tetapi juga terlibat dalam pengembangan teknologi.

BRIN juga membuka ruang bagi industri nasional untuk menampilkan inovasi yang telah dikembangkan. Arif menilai semakin besar peran swasta dalam R&D, semakin besar pula peluang Indonesia menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pasar.

IISE 2026 juga akan mempertemukan startup dengan venture capital untuk membuka peluang pembiayaan. Sementara itu, kolaborasi industri dan lembaga riset diharapkan menghasilkan pengembangan teknologi yang lebih aplikatif.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya BRIN memperkuat ekosistem riset nasional sekaligus meningkatkan keterlibatan sektor swasta dalam menghasilkan inovasi yang memiliki dampak ekonomi dan sosial.

LEAVE A REPLY