JKTOne.com, Jakarta – Alpha  menceritakan awal persahabatan manusia dengan serigala, yang saat ini  berevolusi menjadi anjing yang banyak di perlihara dan dijadikan sahabat  manusia.

Keda, anak seorang kepala suku yang hidup di Euroasia di  akhir zaman es, di persiapkan untuk menggantikan ayahnya memimpin  sukunya. Dalam sebuah perburuan Keda jatuh ke jurang dan dianggap telah  mati.

Berjuang untuk bertahan hidup dan kembali kerumah, melalui  sekian banyak rintangan, Keda berhasil menjadi orang yang diinginkan  ayahnya dengan di dampingi Alpha. Alpha yang tadinya musuh, menjadi temannya berjuang kembali pulang, dan kemudian menjadi peliharaan di perkampungan sukunya.

Sebuah film yang sangat menarik. Biasanya kita hanya membaca di buku bagaimana cara bertahan hidup manusia purba dari ekstrimnya alam dan cuaca. Banyak nilai pengetahuan di film ini. Dari kehidupan manusia zaman dulu sampai arti seorang pemimpin, persahabatan, perjuangan hidup dan nilai sebuah keluarga.

Namun ada yang menarik di film ini, yaitu konstum yang sangat rinci, bahasa yang dari awal sampai akhir sangat kosisten, tanpa memasukkan unsur bahasa Inggris atau lainnya. Sering sekali film yang berlatar belakang kisah zaman dulu bahasa yang digunakan tetap bahasa Inggris. Ini karena agar lebih mudah buat dimengerti dan terjemahkan.

Kemudian ada menentukan arah dengan petunjuk bentuk rasi bintang. Visual yang keren kehidupan diakhir zaman es. Langit malam yang masih bersih dari polusi, dan dahsyatnya badai salju.

Beberapa scene yang sangat berkesan, salah satunya scene Si Pemuda jatuh ke jurang. Itu bener-bener take shoot yang keren banget, selain detail kostum ada alat-alat yang digunakan juga dipikirkan dengan cermat oleh tim kreatif. Terbayangkan bagaimana para cast belajar menghidupkan api dari gesekan dua batang kayu.

Tidak ada prolog pada film ini. Sehingga penonton tidak tahu kejadiannya di dataran bumi sebelah mana cerita ini disetting. Hanya wajah dan make up para cast yang menyerupai masyarakat kutub zaman dulu.

Binatang-binatang yang menjadi bagian dari film ini. Karena menghadirkan bentuk-bentuk hewan di film ini menggunakan CGI, sebaiknya hewan sekelas mamoot pun di tampilkan. Begitu juga bentuk Hyena zaman 20ribu tahun yang lalu. Seharusnya bisa di adaptasi lebih mendekati dengan CGI.

Keinginan untuk tetap hidup membuat seseorang berani melakukan apa pun juga, walau pun tadinya dia tidak mau melakukannya, seperti berburu misalnya. Di hutan berantara hukumnya hanya satu, memburu atau di buru.

(Penulis : ahn)

LEAVE A REPLY