JKTOne.com – Film 1 CM Film pendidikan yang dibintangi oleh 32 anak-anak berprestasi se-Sumut. Film ini akan disutradarai oleh sineas Kota Medan Dedy Siregar dan Paul Ginting sebagai produser. “Untuk adegan yang ada, saya bersedia untuk ikut serta,” kata Wali Kota Medan Bobby Nasution Bobby Nasution. Didampingi Kadis Kominfo Arrahmaan Pane, Kadis Pendidikan Laksamana Putra Siregar dan Kabag Prokopim Chusnul Fanany Sitorus, menantu Presiden Joko Widodo ini mengatakan, Pemko Medan sangat mendukung penggarapan film karya anak Medan tersebut. Jika film ini nantinya dirilis, Bobby berharap siswa SD dan SMP di Kota Medan dapat menonton bersama film “1 CM” tersebut.

Bobby berharap, kehadiran film 1 CM yang merupakan garapan sineas Kota Medan serta bekerja sama dengan Pemko Medan ini dapat memotivasi dan membangkitkan kembali gairah sineas lokal. Film bertemakan panorama maupun tradisi sosial khas Sumatera Utara ternyata punya daya pikat bagi sutradara untuk dapat disajikan ke pasar perfilman tanah air. Tentunya, hal ini menjadi angin segar bagi para sineas lokal yang semakin terpacu untuk berkarya.

Film 1 CM ini mengambil lokasi syuting di beberapa daerah seperti Karo, Langkat, dan Samosir yang fokus ke potensi masing-masing daerah. “Film itu ambil kita di sana juga untuk mengembangkan wisata lokal yang ada di sana. Kita ingin menampilkan bahwa selain Danau Toba juga ada wisata lain seperti di Tangkahan Langkat dan Karo juga ada Lau Kawar. Semua rangkaian proses sudah berjalan. Yang pastinya film ini seru. Akting anak-anak Sumut luar biasa,” ujar produser 1 CM, Paul Ginting.

Sutradara Dedy Siregar menyebutkan bahwa film 1 CM ini mengusung topik edukasi nasionalis yang dibintangi oleh 32 anak asal Sumut. “Untuk kedaulatan negara, jadi semua suku wajib mempertahankannya. Kita ingin menunjukkan jiwa nasionalis anak-anak mulai sejak dini dari berbagai agama maupun suku,” ujarnya.

Film 1 CM ini menceritakan mengenai dua kelompok anak-anak yang sedang bermain permainan perang tradisional-perangan untuk mempertahankan perbatasan sebuah negara yang tidak boleh tergeser bahkan 1 cm. Menariknya, dua kubu ini saling menangkap dan menyerang menggunakan senjata kayu dan bom udara. Dilatar-belakangi oleh kebinekaan ras dan agama membuat film edukasi ini sangat tersirat akan nilai nasionalisme untuk menggambarkan anak-anak saling menjaga perbedaan dengan memperjuangkan tujuan yang sama.

LEAVE A REPLY