JKTOne.com – IFEX 2027 mendorong industri furnitur Indonesia memperluas pasar global melalui konsep “Design Sourcing” yang mempertemukan kekuatan desain, manufaktur, dan peluang bisnis ekspor dalam satu ekosistem.
Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2027 akan digelar pada 24–27 Februari 2027 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City. Memasuki penyelenggaraan ke-12, pameran B2B furnitur dan kerajinan ini menargetkan lebih dari 400 exhibitors, 5.000 produk, dan area pameran seluas 85.000 meter persegi.
Momentum tersebut sejalan dengan pertumbuhan industri furnitur nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang disampaikan penyelenggara, sektor furnitur tumbuh 4,32 persen secara tahunan pada kuartal I 2026 dan meningkat menjadi 11,82 persen pada kuartal II 2026.
Ketua Umum HIMKI Abdul Sobur mengatakan Indonesia memiliki peluang memperkuat posisi di pasar global melalui kombinasi desain, bahan baku, manufaktur, dan keberlanjutan.
“Indonesia tidak lagi sekadar menjadi pasar pendukung atau penyedia kapasitas manufaktur semata. Melalui IFEX 2027, kita menegaskan posisi Indonesia sebagai pusat inspirasi desain global yang berbasis sustainable craftsmanship,” ujar Abdul.
Konsep “Design Sourcing” memungkinkan buyer mengeksplorasi desain, material, craftsmanship, sekaligus bertemu produsen dan supplier untuk melihat kapasitas produksi, harga, kesiapan ekspor, hingga logistik.
Presiden Direktur Dyandra Promosindo Daswar Marpaung mengatakan buyer global kini mencari produk yang relevan dengan tren dan memiliki karakter desain kuat.
IFEX 2027 juga membidik perluasan pasar nontradisional seperti Timur Tengah, Amerika Selatan, India, dan Afrika.










