JKTOne.com, Jakarta – Bakti Pendidikan Djarum Foundation turut berperan serta memberikan sumbangsih kepada negara dengan membina SMK NU Banat jurusan Fashion di Kudus. Para siswa lulusannya memiliki kemampuan dan kualitas sejajar dengan desainer profesional. Melalui brand ZELMIRA, siswa dan alumni SMK NU Banat telah memulai debutnya dari panggung Hongkong Fashion Week sampai La Mode Sur La A Seine di Paris.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap karya-karya SMK NU Banat Kudus yang telah mendunia, pada acara Peresmian Pembukaan MUFFEST 2019 didaulat tiga desainer muda berbakat dari SMK NU Banat untuk menampilkan karyanya. Pertama, Nia Faradiska mengangkat tema Nesvvara yang diambil dari kata daneswara yang berarti makmur. Terinspirasi oleh kesuburan dan kemakmuran yang disimbolkan dengan motif gerimis hujan serta aplikasi tabrak motif lurik yang tetap berkesinambungan satu sama lain. Menggunakan material kain lurik ATBM dengan cutting edgy dan modern tetapi tetap mengusung unsur etniknya.

Kedua, Silfia Nabila mengangkat tema Hunter. Terinspirasi dari pemburu rusa di hutan, dengan menggunakan kain tenun motif Rusa Sumba dan warna yang melambangkan keadaan hutan yang gelap dan dingin. Menggunakan aplikasi tali yang biasa digunakan dalam berburu dengan cutting yang simple namun tetap berkesan unik.

Ketiga, Rania menampilkan tema Telluric yang merupaka istilah dalam bahasa Latin dan Inggris yang memiliki makna “Dari Bumi”. Koleksi ini menonjolkan pemilihan warna alam seperti coklat dan hijau, yang kemudian diaplikasikan dengan sentuhan kain lurik khas Indonesia dalam gaya busana yang modern.

SMK NU Banat merupakan salah satu dari 15 SMK yang dibina oleh Bakti Pendidikan Djarum Foundation. SMK NU Banat terpilih sebagai sekolah rujukan nasional untuk SMK bidang Tata Busana di seluruh Indonesia. Kiprah alumni SMK NU Banat ini membuktikan bahwa slogan SMK Bisa! bukan sekadar slogan.

LEAVE A REPLY