Kopi Puntang Wangi, Abah Onil dan tim

JKTOne.com – Di sebuah Desa, namanya Desa Campakamulya, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, dahulu warganya mencari nafkah dengan berburu dan pembalakan liar atau illegal logging.

Tetapi itu semua berubah, semenjak kehadiran program Masyarakat Peduli Alam Puntang (MELINTANG) yang disponsori oleh PT Pertamina EP anak perusahaan PT Pertamina Hulu Energi.

Deni Sopian atau akrab disapa sebagai Abah Onil yang kini menjadi Ketua LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan), juga Ketua Koperasi, termasuk juga Ketua Petani, menceritakan bagaimana saudaranya, teman-temanya, dan tetangga-tetangganya, serta warga sekitar terbantukan dengan fasilitas yang diberikan Pertamina.

“Dahulu masyarakat di sini bermasalah dengan lingkungan, seperti pencurian kayu dan perburuan hewan. Tetapi setelah Pertamina masuk di 2017, yang dahulu sekitar 85% bermata pencarian berburu dan illegal logging, kini menjadi petani dan pengusaha kopi,” ujar Abah Onil yang ditemui di acara IPA 2024 dalam booth Pertamina Hulu Energi.

Kehadiran Pertamina di Desa Campakamulya memberikan edukasi berupa cara menanam kopi dengan teknik organik. Program edukasi ini melibatkan seluruh anggota keluarga.

Disebutnya sekolah alam, di mana para ibu dibimbing untuk membuat pupuk organik, dan anggota keluarga lainnya diajari budi daya kopi.

“Jadi kita semua belajar, dari ceri (biji kopi matang) ke green bean (kopi hijau),” cerita Abah Onil.

Dari kegiatan ini terbentuklah Koperasi Bukit Amanah yang membantu petani dalam penampungan dan penjualan kopi organik.

Kopi hasil budi daya organik para petani di Desa Campakamulya disebut Kopi Puntang Wangi.

Kini Kopi Puntang Wangi telah menjelajah dunia dengan bantuan dari Pertamina.

“Kopi Puntang Wangi sudah ke Turki, Jepang, Aljazair dan kopi kami diterima rasanya. Selain dibudidayakan secara organik, menanamnya juga di ketinggian 1.200 sampai 1.500 mdpl (meter di atas permukaan laut) yang merupakan salah satu syarat speciality arabica,” tambah Abah Onil kembali.

Abah Onil

Cerita Abah Onil yang juga membanggakan adalah, dengan berubahnya mindset warga Desa Campakamulya menjadi berharmonisasi dengan lingkungan, dan memahami betapa pentingnya menjaga kelestarian, membawa warga turut membantu proses pemadaman kebakaran pergunungan Malabar.

Saat itu beberapa titik api yang sulit dijangkau petugas, berhasil dipadamkan warga masyarakat.

“11 hari dan 11 malam, kami menjadi relawan pemadaman api kebakaran di Gunung Malabar,” tutur Abah Onil yang bercerita dengan mimik yang sedikit serius, namun terselip senyum dan tawanya.

Kopi Puntang Wangi bisa kamu dapatkan secara gratis dengan menghadiri acara IPA Convex ke-48 kemudian mengunjungi booth Pertamina Hulu Energi di ICE BSD, Tangerang. Hari ini, 16 Mei 2024 hari terakhir lho penyelenggaraan IPA.

LEAVE A REPLY