Simposium Nasional 23 Juli 2024

JKTOne.com – Direktur Sosial Budaya dan Organisasi Internasional Negara Berkembang Penny Dewi Herasati menilai bahwa menjadi imigrasi merupakan sebuah pilihan. Pilihan di sini berdasarkan kebutuhan individu untuk meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan. Bagi mereka yang memilih untuk bermigrasi, keterampilan dan pengetahuan yang memadai adalah keharusan.

“Pemerintah senantiasa upayakan penguatan koordinasi lintas-sektoral dalam penguatan tata kelola migrasi, termasuk melalui pelatihan dan sosialisasi, agar WNI bermigrasi melalui prosedur yang terkelola dengan baik,” jelas Penny Dewi Herasati pada “Simposium Nasional: Tata Kelola Migrasi untuk Pembangunan Berkelanjutan” di Jakarta, Selasa (23/7/2024).

Simposium itu menandai puncak kemajuan program setelah berjalan selama dua tahun, dan juga hasil kolaborasi antara Kementerian Luar Negeri Indonesia (KemLu), United National Development Program (UNDP), International Organization for Migration (IOM) dan UN Women yang didukung oleh Migration Multi-Partner Trust Fund (MMPTF).

Inisiatif ini berfokus pada peningkatan kapasitas pejabat pemerintah di tingkat pusat dan daerah untuk menyusun kebijakan dan program yang responsif gender, berbasis hak, dan mengakui potensi migran sebagai aktor pembangunan sejalan dengan Kesepakatan Global tentang Migrasi atau Global Compact for Migration (GCM).

Oleh karena itu, proyek ini berperan penting dalam membentuk masa depan tata kelola migrasi di Indonesia. Proyek ini telah mencapai tiga hasil penting, yaitu: memperkuat tata kelola migrasi yang responsif gender, peningkatan kapasitas pemerintah di tingkat daerah, dan mempromosikan pembiayaan berkelanjutan yang inovatif.

Selain pembentukan mekanisme pembiayaan berkelanjutan, nantinya proyek ini secara resmi akan meluncurkan dua inovasi yaitu (1) Fitur Chat Bot, yang merupakan fitur tambahan untuk melengkapi mekanisme yang telah ada yaitu aplikasi Safe Travel yang memungkinkan akses cepat bagi perempuan pekerja migran korban kekerasan untuk mencari bantuan (2) Aplikasi Juang Mobile, yaitu aplikasi pengelolaan keuangan untuk membantu para migran mengelola pengeluaran mereka secara efektif yang diperkirakan akan bermanfaat bagi lebih dari 3 juta pekerja migran Indonesia.

LEAVE A REPLY