JKTOne.com – Digital marketing sudah menjadi aspek yang penting dalam menjalankan bisnis di era digital sekarang ini. Bahkan, digital marketing disebut sebagai kunci untuk bisnis dapat meraih masa depan cerah. Itulah mengapa, dikutip dari E-Book Digital Marketing Report 2023 Niagahoster, pebisnis berani mengalokasikan 57 persen anggarannya untuk strategi digital marketing. Hal tersebut disebabkan karena 93 persen masyarakat Indonesia menggunakan internet dan smartphone untuk menemukan bisnis lokal, dan 44 persen sudah semakin sering berbelanja online dibandingkan dengan tahun sebelumnya. UMKM memegang peranan besar pada ekonomi nasional sebesar 60 persen dan memiliki kemampuan untuk membuka lapangan pekerjaan hingga 97 persen. Hal tersebut tentunya dapat ditingkatkan dengan lebih pesat dengan memanfaatkan teknologi digital dan digital marketing. Namun sayangnya, dari sekitar 30 juta pelaku UMKM di Indonesia, 11 juta di antaranya belum menerapkan digital marketing. Pemerintah Indonesia pun terus mendorong pelaku UMKM untuk terus mengasah kemampuan teknologi digital dan digital marketing.

Pentingnya pelatihan digital marketing, dan banyak UMKM dan pemilik bisnis yang merasa bahwa digital marketing sulit untuk dilakukan tanpa bantuan orang lain yang sudah ahli di bidang tersebut atau menggunakan bantuan agency digital marketing. Padahal, hal tersebut menuntut biaya besar dan lebih baik bagi pemilik bisnis untuk memahami cara menjalankan digital marketing sendiri. Dilansir dari dari E-Book Digital Marketing Report 2023 Niagahoster, digital marketing membuka lebih banyak peluang kesuksesan bagi bisnis, sekaligus dapat meningkatkan reputasi brand. Hal tersebut menjadi alasan mengapa pebisnis harus mempelajari digital marketing. “Penciptaan lapangan kerja oleh UMKM juga bisa dijawab selama memiliki skill digital. Oleh karena itu, pelatihan digital marketing dilakukan untuk melatih para pelaku UMKM baru untuk bisa menguasai pasar,” ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, dalam siaran pers resmi.

Salah satunya yang dilakukan Kemenparekraf dengan HIPMI Surakarta beberapa waktu lalu. Tidak hanya pemerintah, pihak swasta seperti perusahaan web hosting Niagahoster juga turut secara rutin memberikan edukasi berupa event dan development program dengan topik digital marketing tanpa dipungut biaya. Niagahoster turut berikan edukasi digital marketing, dan Niagahoster menjadi salah satu pihak yang turut berkontribusi dalam memberikan edukasi dan pelatihan digital marketing pada pebisnis dan UMKM melalui one-stop digital learning platform bertajuk Niagahoster Academy yang membantu pebisnis untuk mengembangkan bisnis mereka dan meraih kesuksesan online. “Niagahoster Academy menyediakan artikel blog, video tutorial, knowledge base, development program, dan kelas intensif yang menghadirkan mentor-mentor yang pakar di bidang digital marketing. Beberapa yang sudah berjalan, kami mendatangkan Hariyanto Chung, Muhammad Ilman Akbar, serta local heroes seperti Ewindha Sari dan Rifki Ali Hamidi yang sudah lama berkecimpung di dunia bisnis dan digital marketing,” ujar Ayunda Zikrina, Head of Brand and Communication Team Niagahoster.

Topik-topik yang dibawakan berkaitan dengan pengembangan website dan digital marketing yang amat dibutuhkan oleh pebisnis dan UMKM. Antara lain manajemen website, strategi branding untuk bisnis, membuat konten kreatif untuk website, social media marketing, SEO website, memaksimalkan website untuk Facebook Ads dan Google Ads, strategi basic digital marketing, dan masih banyak lagi. Selanjutnya, Niagahoster akan terus membantu para pebisnis dan UMKM untuk meraih kesuksesan mereka dengan program-program terbaik dan kolaborasi yang memberikan banyak benefit bagi pelanggan dan masyarakat Indonesia. “Kami berharap sekali Niagahoster dapat turut andil dalam memudahkan para pemilik bisnis untuk memajukan bisnis secara digital. Karena meskipun pandemi sudah membaik dan perekonomian sudah bergerak ke arah lebih baik, tapi mau tidak mau segala pergerakan kita masih banyak yang berpusat di digital,” tutup Ayunda.

LEAVE A REPLY