JKTOne.com, Jakarta – Dea Valencia, desainer muda yang mengusung Batik Kultur pada koleksinya menggunakan batik tulis pada workshopnya yang ada di Semarang. Dea dibantu oleh 120 karyawannya untuk terus menghasilkan karya-karya yang bagus dan berkualitas.

“Bukan sekedar pasar yang kami kejar, tapi kualitas yang utama kami pertahankan,” ucap Dea dalam peluncuran koleksinya “Behind The Seams” di Kaca Coffee & Eatery, Jakarta, Sabtu (23/3/2019).

Kesempatan itu, Dea juga mengungkapkan bahwa apa yang dilakukan dirinya itu tak sekedar membesarkan brand-nya, atau mengejar keuntungan materi akan sebuah popularitas. Dea bercerita bahwa ada misi special pada bisnisnya yang dibangun ini, yaitu membantu kaum difable dengan cara mempekerjakan mereka di workshop-nya.

“Saat ini ada 120 orang pekerja, dan 50 persennya adalah kaum difable yang sudah dibina lebih kurang setahun di Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Daksa (BBRSBD) Prof. Dr. Soeharso Surakarta,” ungkap Dea.

BBRSBD adalah Balai Besar Rehabilitasi Disabilitas (BBRD) yang berada di Solo, Jawa Tengah, merupakan unit kerja dibawah Kementerian Sosial yang berfungsi memberikan pendampingan secara spiritual dan mental, serta memberikan pelatihan keterampilan bagi penyandang cacat, sehingga kaum disabilitas mampu bekerja secara mandiri.

Mereka yang bekerja di Batik Kultur merupakan binaan BBRSBD dengan ketrampilan yang tidak kalah dengan mereka yang memilki anggota tubuh lengkap. Dari mulai menggunting, menjahit, menjaga toko, dan fotografer produk. Secara bersama-sama mereka menghasilkan produk baju ready to ware yang indah dan disukai banyak kalangan.

“Di Indonesia banyak penyadang disabilitas yang bisa diperdayakan, saya  tidak bisa melakukan ini sendiri dan berharap ada orang lain juga yang mau melakukan hal yang sama seperti yang saya lakukan,” tutupnya seraya berharap.

LEAVE A REPLY