JKTOne.com — Wirausaha purnabakti Kementerian Perdagangan (Kemendag) menjadi bagian dari kolaborasi Kemendag, BRI, dan Indomaret Group untuk mempersiapkan pegawai yang akan memasuki masa purnabakti agar tetap produktif melalui kegiatan kewirausahaan.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan program tersebut diarahkan untuk membekali pegawai agar tetap produktif setelah memasuki masa purnabakti. Menurutnya, pengalaman selama bekerja dapat menjadi modal untuk memulai kegiatan usaha baru.
“Kami ingin para pegawai yang memasuki masa purnabakti tetap produktif. Pengalaman selama bekerja dapat menjadi modal untuk berwirausaha dan membuka kegiatan ekonomi baru,” ujar Budi Santoso.
Pembekalan kewirausahaan tersebut berlangsung di Jakarta, Selasa (12/8/2026), dan ditujukan bagi pegawai Kemendag yang akan memasuki masa purnabakti. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempersiapkan peserta menghadapi masa setelah menyelesaikan tugas sekaligus membuka peluang membangun sumber penghasilan baru.
CEO Indomaret Group Sinarman Jonatan menilai masa purnabakti tidak seharusnya dipandang sebagai akhir dari aktivitas produktif. Menurutnya, pengalaman dan keterampilan yang diperoleh selama bekerja dapat dimanfaatkan sebagai modal untuk memulai usaha.
“Seringkali ditanyakan kalau habis pensiun mau apa ini? Apa yang mau dilakukan? Nah, di sini langsung dijawab oleh Kementerian Perdagangan bahwa ayo berwirausaha,” ujar Sinarman.

Kemendag Dorong Pegawai Siapkan Usaha Sejak Dini
Menurut Sinarman, peluang kewirausahaan di Indonesia masih terbuka luas. Ia menyebut persentase wirausaha Indonesia sekitar 3,5-4 persen, sedangkan negara-negara maju telah mencapai sekitar 10-12 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan masih terdapat ruang besar untuk menciptakan pelaku usaha baru. Karena itu, wirausaha purnabakti Kemendag dinilai dapat menjadi bagian dari upaya memperluas jumlah pengusaha sekaligus meningkatkan produktivitas setelah masa kerja.
Sinarman juga mengingatkan bahwa memulai bisnis tidak cukup hanya dengan keberanian. Kesiapan mental, kemauan belajar, dan pemahaman terhadap pengelolaan usaha menjadi modal penting.
Ia bahkan mencontohkan Colonel Harland Sanders yang menurutnya mulai mengembangkan bisnis Kentucky Fried Chicken pada usia 65 tahun.
“Tidak usah khawatir bahwa usia kita sudah segini, ya sudah 60. Ini Colonel Sanders dari Kentucky Fried Chicken itu mulai berusaha umur 65 dan sukses,” katanya.

Indomaret Siapkan Ekosistem bagi Calon Pengusaha
Sinarman menjelaskan Indomaret Group telah membangun ekosistem yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengembangkan usaha. Saat ini terdapat sekitar 12.500 mitra kuliner di jaringan Indomaret serta sekitar 1.200 supplier UMKM dengan sekitar 3.000 jenis produk.
Ekosistem tersebut diperkuat melalui Indogrosir yang memiliki sekitar 400 ribu member dan sekitar 800 outlet mitra. Melalui jaringan tersebut, calon pengusaha dapat memperoleh pembinaan dan pengalaman dalam mengembangkan bisnis secara bertahap.
Bagi Sinarman, dukungan tersebut dapat menjadi salah satu pilihan bagi pegawai yang ingin menjalankan wirausaha purnabakti Kemendag setelah menyelesaikan masa tugas.

BRI Dukung Pembiayaan Usaha Purnabakti
Dukungan pembiayaan juga disiapkan melalui BRI. Direktur Consumer Banking PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Aris Hartanto mengatakan BRI menyiapkan dukungan bagi peserta yang ingin memulai usaha, termasuk melalui ekosistem Indogrosir.
Salah satu konsep yang ditawarkan adalah toko modern yang dapat dibangun di depan rumah atau garasi. Lokasi tersebut kemudian dapat ditata dengan konsep usaha yang lebih modern.
“Bisa toko di depan rumah, bisa di garasi, nanti akan disetting secara modern oleh Indogrosir,” ujar Aris.
BRI juga menyiapkan dukungan perlengkapan usaha sekitar Rp5 juta bagi peserta yang mengikuti program pembekalan.
Menurut Aris, dukungan tersebut diharapkan membuat wirausaha purnabakti Kemendag tidak berhenti pada tahap pelatihan, tetapi dapat dilanjutkan menjadi usaha nyata.

Purnabakti Didorong Dampingi UMKM Menuju Ekspor
Selain usaha ritel, Aris melihat pengalaman pegawai purnabakti dapat dimanfaatkan untuk mendampingi UMKM memperluas pasar hingga ekspor.
Menurutnya, sebagian pegawai memiliki pengalaman dan pengetahuan yang dapat digunakan untuk membantu pelaku UMKM meningkatkan kemampuan bisnis dan menyiapkan produk menuju pasar internasional.
“Kalau sudah purnatugas juga bareng-bareng dengan UMKM membantu ekspor. Jadi bisa ikut program UMKM Bisa Ekspor,” katanya.
Kolaborasi Kemendag, Indomaret, dan BRI tersebut diharapkan membentuk ekosistem yang menghubungkan pembekalan, pembiayaan, pendampingan, pemasaran, hingga ekspor.
Dengan dukungan tersebut, wirausaha purnabakti Kemendag diharapkan menjadi pilihan produktif bagi pegawai setelah menyelesaikan masa tugas sekaligus membuka peluang baru bagi pengembangan UMKM.










