
JKTOne.com — IFRA 2026 menargetkan nilai transaksi bisnis sekitar Rp3,5 miliar selama tiga hari penyelenggaraan pameran secara offline di ICE BSD City, Tangerang, Banten, pada 28–30 Agustus 2026.
Target tersebut disampaikan Project Manager IFRA Business Expo 2025, Mega Khoriani, dalam jumpa pers IFRA 2026 di Midaz Senayan, Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Mega mengatakan, target transaksi tersebut khusus berasal dari aktivitas bisnis selama pameran offline. Sementara itu, peluang transaksi tetap terbuka setelah pameran melalui platform digital IFRA.
“Untuk transaksi di IFRA, selama tiga hari pameran offline kami menargetkan nilai deal bisnis sekitar Rp3,5 miliar. Namun, kami tidak berhenti di transaksi offline. Kami juga memiliki website IFRA yang dapat diakses masyarakat untuk berkomunikasi langsung melalui WhatsApp dengan para pemilik franchise,” ujar Mega.
Menurutnya, platform digital tersebut memungkinkan masyarakat mendapatkan informasi mengenai bisnis yang ditawarkan, berkomunikasi langsung dengan pemilik franchise, hingga melakukan proses pembelian.
“Jadi, masyarakat bisa mendapatkan informasi, bertanya langsung, hingga melakukan proses pembelian melalui platform tersebut. Dengan demikian, transaksi tidak hanya berlangsung secara offline, tetapi juga dapat dilakukan secara online,” katanya.
IFRA 2026 Hadirkan 250 Merek
Sementara itu, President Director Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung, mengatakan IFRA 2026 akan menghadirkan sekitar 250 merek yang menawarkan berbagai peluang bisnis kepada masyarakat.
Menurut Daswar, penyelenggara berkomitmen menghadirkan pameran yang relevan dengan kebutuhan pasar sekaligus mengikuti perkembangan industri waralaba dan kemitraan.
“IFRA 2026 akan dimeriahkan oleh 250 merek yang siap tampil dan menawarkan berbagai peluang bisnis. Sebagai penyelenggara, Dyandra Promosindo berkomitmen menghadirkan pameran yang tetap relevan dengan kebutuhan pasar dan perkembangan zaman,” ujar Daswar dalam kesempatan yang sama.
Ia menilai bisnis franchise atau waralaba masih memiliki prospek untuk berkembang di masa mendatang. Selain membuka peluang usaha, industri tersebut dinilai dapat memberikan kontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja.
“Kami percaya bisnis franchise atau waralaba masih memiliki prospek dan relevansi untuk terus berkembang ke depan. Besar harapan kami, IFRA setiap tahunnya dapat menciptakan lebih banyak lapangan kerja sekaligus memperluas jaringan usaha agar semakin tangguh dan kompetitif,” katanya.
Daswar berharap penyelenggaraan IFRA 2026 dapat mendorong pertumbuhan transaksi dan memperluas jaringan bisnis para peserta.
“Kami mengundang seluruh masyarakat untuk hadir dan berharap transaksi bisnis tahun ini dapat lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya,” pungkasnya.
IFRA 2026 akan berlangsung selama tiga hari pada 28–30 Agustus 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Banten, dengan menghadirkan berbagai merek waralaba, peluang usaha, serta konsep kemitraan.









