Garmin
(Kiri-Kanan) David Hartono, Garmin Health Indonesia Business Development Manager; Rian Krisna, Garmin Indonesia Marcomm Manager, Richard Permana, Head Coach dan Herdiansyah Agus, Strength and Conditionin.

JKTOne.com – Garmin Health memperkuat persiapan Timnas Esports Indonesia menuju Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang, melalui kolaborasi bersama Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI). Kerja sama ini mengusung pendekatan sports science berbasis data untuk membantu meningkatkan kesiapan dan performa atlet.

Dalam kolaborasi tersebut, Garmin menyediakan 50 unit smartwatch Garmin vívoactive 6 serta akses dasbor analitik Garmin Clipboard untuk mendukung program Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas).

Business Development Manager Garmin Health Indonesia, David Hartono, mengatakan kemitraan dengan PBESI tidak sekadar menyediakan perangkat wearable, tetapi juga membangun ekosistem analitik untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data.

“Kemitraan bersama PBESI jauh melampaui sekadar pengadaan wearable. Ini adalah pembuktian kapabilitas ekosistem enterprise Garmin Health,” ujar David.

Pantau Kondisi Atlet Berbasis Data

Teknologi Garmin digunakan untuk memantau sejumlah indikator fisiologis atlet, mulai dari denyut jantung, Heart Rate Variability (HRV), tingkat stres, kualitas tidur, hingga kondisi energi tubuh melalui fitur Body Battery.

Marcom Manager Garmin Indonesia, Rian Krisna, menilai kondisi atlet di luar pertandingan turut menentukan performa ketika menghadapi kompetisi.

“Performa atlet esports tidak hanya ditentukan oleh apa yang terjadi saat pertandingan, tetapi juga bagaimana mereka mengelola kondisi tubuh di luar permainan,” kata Rian.

Melalui Garmin Clipboard, jajaran pelatih PBESI dapat memantau data atlet secara terpusat selama training camp. Informasi tersebut dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan kesiapan atlet menjalani scrimmage maupun latihan fisik.

Pelatih Kepala Timnas Esports Indonesia, Richard Permana, mengatakan teknologi berbasis data membantu tim menyusun program latihan secara lebih terukur.

Menurut Richard, persaingan di level global tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan mekanik in-game. Data yang presisi dibutuhkan untuk menentukan program latihan yang efisien dengan target meraih medali emas bagi Indonesia di Aichi-Nagoya 2026.

Kolaborasi Garmin Health dan PBESI sekaligus menegaskan pentingnya keseimbangan antara latihan, pemulihan, manajemen stres, dan kualitas tidur dalam membangun performa atlet esports Indonesia menuju kompetisi internasional.

LEAVE A REPLY