JKTOne.com — iFortePay menghadirkan QRIS Soundbox sebagai solusi untuk membantu pelaku UMKM mempercepat dan memastikan transaksi pembayaran digital di tengah tingginya aktivitas pengunjung Pekan Halal Indonesia 2026.
iFortePay menjadi Official Payment Gateway dalam Pekan Halal Indonesia 2026 yang berlangsung pada 28–30 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta. Dalam ajang tersebut, iFortePay menyediakan puluhan unit QRIS Soundbox untuk digunakan tenant selama pameran.
QRIS Soundbox dirancang memberikan notifikasi suara secara otomatis setiap kali pembayaran melalui QRIS berhasil. Notifikasi tersebut menyebutkan status dan nominal transaksi sehingga merchant tidak harus terus memeriksa layar telepon seluler.
CEO iFortePay Valerino Wijaya mengatakan, kehadiran teknologi tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan membangun infrastruktur digital yang dapat mendukung kebutuhan pelaku usaha, khususnya UMKM.
“Visi jangka panjang iFortePay bukan hanya sekadar menjadi penyedia alat pembayaran. Kami ingin menjadi tulang punggung infrastruktur digital bagi UMKM di Indonesia,” ujar Valerino dalam Press Conference Launching QRIS Soundbox iFortePay di Pekan Halal Indonesia 2026.
Head of Product iFortePay Kevinn Ernest menjelaskan, QRIS Soundbox dapat berfungsi sebagai alat bantu konfirmasi pembayaran bagi merchant. Dengan notifikasi suara, kasir dapat mengetahui transaksi yang berhasil tanpa melakukan pengecekan secara manual.
Menurut dia, mekanisme tersebut menjadi semakin relevan ketika merchant menghadapi volume transaksi tinggi. Konfirmasi otomatis dapat membantu mempercepat pelayanan sekaligus mengurangi potensi kesalahan dalam proses pembayaran.
Selain digunakan selama pameran, merchant yang telah terintegrasi dengan ekosistem pembayaran iFortePay melalui QRIS dapat tetap menggunakan sistem pembayaran digital tersebut setelah Pekan Halal Indonesia 2026 berakhir.
Sementara itu, iFortePay masih mematangkan skema kemitraan untuk memperluas ketersediaan QRIS Soundbox secara komersial agar dapat diadopsi lebih banyak pelaku UMKM.










