JKTOne.com — Pertumbuhan kecerdasan buatan (AI), cloud dan kebutuhan komputasi mendorong ekspansi data center di Indonesia. Namun, pertumbuhan tersebut menuntut kesiapan infrastruktur yang bukan hanya memiliki kapasitas besar, tetapi juga mampu berkembang mengikuti kebutuhan teknologi.
Dalam forum Data Center Asia–Indonesia yang menjadi bagian dari IEE Series – Energy Week 2026, perwakilan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyebut Indonesia saat ini memiliki 246 data center yang tersebar di 134 lokasi.
Jumlah tersebut menunjukkan semakin besarnya kebutuhan terhadap infrastruktur digital nasional. Persoalannya, pembangunan data center tidak cukup hanya mengejar kapasitas saat ini karena kebutuhan komputasi terus berubah.
Tandi Suriani, Digital Solutions Director for South East Asia, Prysmian Group, mengatakan desain infrastruktur harus memperhitungkan pertumbuhan sejak awal.
“Data center hari ini harus dibangun dengan mempertimbangkan pertumbuhan di masa depan. Solusinya harus scalable dan modular, sehingga ketika data center berkembang, infrastrukturnya tidak harus dibangun ulang dari nol,” ujar Tandi.
Menurutnya, kebutuhan konektivitas yang terus meningkat juga menjadi perhatian. Peralihan dari kecepatan 400 menuju 800 GBPS membuat infrastruktur fiber backbone harus dirancang agar dapat dikembangkan tanpa harus diganti secara menyeluruh.
Di sisi lain, pertumbuhan data center semakin berkaitan erat dengan kebutuhan energi. Semakin besar aktivitas komputasi dan konektivitas, semakin tinggi pula tuntutan terhadap pasokan listrik yang stabil dan berkelanjutan.
Presiden Direktur Wirawan Corporation Michael Hardinata menyebut energi kini menjadi kebutuhan fundamental berbagai aktivitas teknologi dan industri.
“Energi itu sesuatu yang mutlak,” ujar Michael.
Ia mencontohkan rumah sakit yang tetap membutuhkan pasokan listrik bahkan ketika aktivitas masyarakat terhenti selama pandemi.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa transformasi digital Indonesia tidak hanya membutuhkan investasi pada server dan jaringan. Di belakang pertumbuhan AI dan cloud, terdapat kebutuhan besar terhadap listrik dan infrastruktur energi yang mampu bekerja secara kontinu.
IEE Series – Energy Week 2026 menjadi ruang pembahasan bagaimana data center, sistem kelistrikan dan teknologi penyimpanan energi perlu dikembangkan secara terintegrasi menghadapi pertumbuhan kebutuhan industri.










