Hansaplast

JKTOne.com – Hansaplast Spray Plaster resmi diperkenalkan sebagai inovasi perlindungan luka yang cepat dan praktis dalam Hansaplast First Aid Conference (FAC) 2026 di Jakarta, 12 September 2026.

Produk ini diklaim sebagai inovasi spray plaster pertama dan satu-satunya di Indonesia. Berbeda dari plester konvensional, Hansaplast Spray Plaster diaplikasikan dengan cara disemprotkan langsung pada area luka.

Teknologi aerosol pada produk tersebut kemudian membentuk lapisan pelindung yang fleksibel dan tidak terlihat. Lapisan ini membantu melindungi luka dari air dan kotoran, sekaligus memungkinkan kulit tetap bernapas.

Hansaplast Spray Plaster ditujukan untuk perlindungan luka akut dan luka superfisial, seperti goresan, lecet, luka kecil, maupun luka ringan yang umum terjadi saat berolahraga dan melakukan aktivitas di luar ruangan.

HansaplastBU Health Care Director Beiersdorf, Vivilya Lukman, mengatakan inovasi tersebut dihadirkan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melindungi luka tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari.

“Kami ingin menciptakan inovasi yang bisa membuat kehidupan sehari-hari menjadi lebih mudah, sekaligus memberikan perlindungan yang dibutuhkan,” ujar Vivilya.

Peluncuran Hansaplast Spray Plaster menjadi bagian dari FAC 2026 yang mengusung tema “Complete Wound Care: Comprehensive Management of Acute Wounds and Scar Therapy”.

Kegiatan tersebut mempertemukan tenaga kesehatan, khususnya apoteker, melalui sesi edukasi, diskusi ahli, dan wound-care workshop. Salah satu sesi membahas pemanfaatan komunikasi digital untuk memperkuat peran apoteker sebagai edukator kesehatan terpercaya.

HansaplastSelain inovasi produk, Hansaplast memperluas edukasi wound care melalui kolaborasi dengan Kimia Farma dan Grab. Program Tanya Luka bersama Kimia Farma memberikan edukasi dan konsultasi perawatan luka melalui jaringan apotek.

Sementara bersama Grab, Hansaplast Siaga Squad memberikan edukasi dasar pertolongan pertama dan perawatan luka kepada mitra pengemudi.

Kedua kolaborasi tersebut mendapatkan rekognisi MURI atas edukasi perawatan luka dengan jumlah peserta terbanyak.

LEAVE A REPLY