Dyandra

JKTOne.com — Dyandra Promosindo menghadirkan 25/7 (Twenty Five Seven) sebagai ruang kreatif baru yang mempertemukan gaya hidup, komunitas, brand, kuliner, musik, hingga berbagai hobi. Acara ini akan digelar pada 4–5 Desember 2026 di Taman Kota Peruri, Jakarta.

Mengusung konsep “1 jam ekstra”, 25/7 terinspirasi dari keseharian masyarakat yang memiliki banyak minat di luar rutinitas. Konsep tersebut diwujudkan bukan sekadar sebagai ajang pameran atau festival, melainkan ruang untuk berkumpul, berkreasi, dan membangun koneksi.

Project Manager 25/7, Rafi Elmanda, mengatakan acara ini dirancang untuk merepresentasikan semangat kreatif dan gaya hidup tanpa batas.

“Hadirnya 25/7 sebagai ruang kreatif yang hadir untuk mewakili semangat tanpa batas, energi, dan gaya hidup yang kreatif. Kami tidak menjadikan 25/7 sebagai festival ataupun exhibition, namun kami berharap 25/7 dapat menjadi tempat ‘nongkrong’ bagi teman-teman di sepanjang waktu penyelenggaraan,” ujar Rafi.

25/7 membawa empat pilar utama, yakni Fashion, F&B, Music, dan Hobbies. Keempatnya menjadi ruang bagi pengunjung untuk mengeksplorasi gaya, menikmati kuliner, bertemu musisi dan komunitas, hingga menyalurkan minat seperti olahraga, wellness, seni, dan hobi kreatif.

Art Director 25/7, Cycojano, menjelaskan identitas visual acara dirancang untuk menyatukan karakter dari empat pilar tersebut.

“Desain 25/7 ini menggambarkan bagaimana empat pilar tersebut yang berbeda-beda tapi bisa bertemu dalam satu ruang. Kami mencoba untuk eksplor dan riset secara langsung dari objek temuan dan apa yang kita lihat dalam keseharian,” ujarnya.

Direktur Utama Peruri Properti, Fakky Ismail Hidayat, menyambut penyelenggaraan 25/7 di Taman Kota Peruri. Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan nilai 3C, yakni Connectivity, Creativity, dan Collaboration.

Rangkaian 25/7 telah diawali melalui 25/7 Unlocked pada 26 Agustus 2026. Salah satu agendanya, 25/7 Talks, menghadirkan Fathia Izzati dari Reality Club dan fashion enthusiast Talbot Rio yang membahas keterkaitan musik dan fesyen.

“Fashion dan Musik itu saling beriringan,” kata Fathia, yang menilai keduanya menjadi bagian dari storytelling dan ekspresi diri.

Sementara Talbot menekankan pentingnya brand lokal dalam ruang kreatif. “Fashion bukan hanya soal apa yang sedang tren, tetapi juga cara seseorang meromantisasikan hal yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya sebagai bentuk ekspresi diri,” ujarnya.

Rangkaian 25/7 Unlocked ditutup penampilan LAIR dan DJ Klab 73 Soundsystem, menjadi gambaran awal konsep 25/7 sebagai ekosistem lifestyle yang mempertemukan kreativitas, komunitas, dan beragam minat.

LEAVE A REPLY