Jakarta Film Week

JKTOne.com — Jakarta Film Week 2026 kembali membuka JFWNET—Industry Program bagi sineas baru Indonesia yang ingin mengembangkan proyek film, bertemu profesional industri, dan memperluas peluang di dunia perfilman.

Memasuki tahun keenam penyelenggaraan, program JFWNET tahun ini menghadirkan dua ruang pengembangan, yakni Jakarta Film Week Pitching Forum dan Producers Lab.

Direktur Festival Jakarta Film Week Rina Damayanti mengatakan, Jakarta Film Week tidak hanya menjadi ruang untuk merayakan film, tetapi juga mempertemukan para pelaku di balik produksi film.

“Melalui JFWNET—Industry Program, kami ingin memberi kesempatan bagi sineas pendatang baru untuk membawa proyek mereka lebih jauh dan menemukan koneksi baru di industri,” ujar Rina.

Jakarta Film Week Pitching Forum menjadi wadah bagi sineas untuk memperkenalkan sekaligus mengembangkan proyek film bersama para profesional industri melalui sesi mentoring dan pitching.

Tahun ini, Pitching Forum membuka kesempatan bagi proyek film panjang fiksi yang masih berada dalam tahap pengembangan hingga work in progress. Proyek dapat berasal dari berbagai genre, termasuk animasi.

Tim proyek wajib melibatkan sutradara dan produser berkewarganegaraan Indonesia serta memiliki pengalaman menyelesaikan sedikitnya satu film pendek.

Sementara itu, Producers Lab ditujukan bagi produser dan sineas pendatang baru untuk belajar, bertukar pengalaman, serta memperluas jejaring dengan para profesional industri film.

Perjalanan alumni JFWNET juga menunjukkan peluang yang dapat terbuka setelah mengikuti program. Alumni Producers Lab Fadhilla Ristianty dan Giovanni Rahmadeva melanjutkan perjalanan melalui berbagai program industri internasional.

Fadhilla berpartisipasi dalam New Producers Room di Short Film Corner, Marché du Film, Cannes Film Festival. Sementara Giovanni terlibat dalam European Film Market (EFM) Toolbox Programme Berlinale.

Prestasi lainnya datang dari alumni Producers Lab Annisa Adjam dan Bagus Suitrawan, yang menjadi Co-Produser dan Line Producer film Vaterland: A Bule Named Yanto. Film tersebut melakukan pemutaran perdana di Cannes 2026 dan meraih CANAL+ Award di La Semaine de la Critique.

Dari jalur pitching, proyek PINGPONG yang sebelumnya meraih HKIFF Industry Award dalam Pitching Forum x MTN Presentation di Jakarta Film Week 2025 terpilih dalam HKIFF Industry Project Market 2026.

Sementara itu, Nobody Loves Kay, film panjang pertama Bernardus Raka yang merupakan partisipan Pitching Forum WIP Jakarta Film Week 2025, telah tayang di bioskop.

Jakarta Film Week 2026 mengundang sineas Indonesia yang memiliki proyek cerita film dan membutuhkan ruang untuk mengembangkan karyanya.

Pendaftaran Jakarta Film Week Pitching Forum dibuka pada 11–23 Agustus 2026, sedangkan Producers Lab dibuka pada 14–28 Agustus 2026.

Informasi mengenai persyaratan, regulasi, dan proses pendaftaran dapat diakses melalui situs resmi Jakarta Film Week.

Bagi sineas yang memiliki proyek film dan ingin memperluas jejaring industri, JFWNET—Industry Program menjadi salah satu ruang untuk membawa cerita dan karya mereka menuju kesempatan yang lebih luas.

LEAVE A REPLY