JKTOne.com – Karcher membidik pasar industri hospitality dengan menghadirkan inovasi robotic cleaner, battery platform, serta memperkenalkan konsep pembersihan PDIR (Preventive, Daily, Interim, Restorative) pada ajang Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026 sebagai solusi efisiensi operasional dan peningkatan standar kebersihan hotel serta restoran.
Keikutsertaan Karcher di FHI 2026 menjadi yang pertama bagi perusahaan asal Jerman tersebut. Pameran ini dipilih karena dinilai sejalan dengan target pasar Karcher di sektor hospitality, mulai dari hotel, restoran, hingga berbagai industri jasa layanan yang membutuhkan solusi pembersihan profesional.
Head of Sales Professional PT Karcher Indonesia, Heru Kurniawan, mengatakan FHI menjadi momentum bagi perusahaan untuk memperkenalkan inovasi terbaru sekaligus memberikan edukasi kepada pelaku industri mengenai konsep pembersihan yang lebih efektif.
“Untuk event kali ini kami memperkenalkan dua inovasi utama, yaitu battery platform dan robotic cleaner. Keduanya kami nilai sangat cocok untuk sektor hospitality yang saat ini menghadapi tantangan dalam mendapatkan tenaga kerja untuk proses pembersihan,” ujar Heru saat ditemui JKTOne.com di booth Karcher hal B2, JiExpo, Kemayoran, Jakarta, Jumat (24/7/2026).
Menurutnya, penggunaan teknologi robotik dapat membantu hotel maupun restoran meningkatkan produktivitas sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap tenaga kerja yang semakin sulit diperoleh.
Selain memperkenalkan produk, Karcher juga mengedukasi pengunjung mengenai konsep PDIR, yakni metode pembersihan yang dimulai dari tahap Preventive, Daily, Interim, hingga Restorative. Melalui konsep tersebut, perusahaan ingin mengubah pola pikir pelaku industri yang selama ini lebih fokus membersihkan area dalam gedung dibandingkan mencegah kotoran sejak dari area luar.
Metode PDIR merupakan sistem pembersihan berstandar industri yang terdiri dari empat tahapan utama, yakni Preventive (Pencegahan), Daily (Harian), Interim (Berkala), dan Restorative (Pemulihan). Konsep ini dirancang untuk memaksimalkan efisiensi proses pembersihan, menjaga nilai aset properti, sekaligus meminimalkan risiko biaya restorasi yang tinggi.
Tahap Preventive berfokus pada pembersihan area luar bangunan, seperti trotoar, area parkir, pintu masuk, teras, hingga balkon. Langkah ini bertujuan mencegah kotoran terbawa masuk ke dalam gedung sehingga dapat mengurangi kotoran hingga dua pertiganya sebelum mencapai area koridor maupun kamar tamu.
Selanjutnya, tahap Daily merupakan pembersihan rutin yang dilakukan setiap hari untuk menjaga standar kebersihan sekaligus mencegah kerusakan permanen pada berbagai permukaan akibat kotoran yang menempel terlalu lama. Perawatan harian juga dinilai mampu memperpanjang usia pakai material bangunan.
Pada tahap Interim, pembersihan dilakukan secara berkala agar kebutuhan pembersihan menyeluruh dapat ditekan. Dengan perawatan berkala, waktu dan tenaga yang dibutuhkan dalam pekerjaan harian menjadi lebih efisien.
Sementara itu, tahap Restorative merupakan proses pembersihan mendalam untuk mengembalikan kondisi pelapis lantai dan berbagai elemen bangunan mendekati kondisi awal. Metode ini membutuhkan waktu, tenaga, serta material lebih banyak, namun frekuensinya dapat dikurangi apabila tahapan Preventive, Daily, dan Interim diterapkan secara konsisten.
“Kami ingin mengedukasi bahwa membersihkan area outdoor sama pentingnya. Dengan investasi alat yang tepat di area luar, kotoran tidak akan banyak terbawa masuk sehingga biaya perawatan lantai maupun penggantian karpet bisa ditekan,” jelasnya.
Heru menambahkan, penerapan konsep PDIR mampu mengurangi kebutuhan pembersihan berat yang membutuhkan biaya besar, seperti pemolesan lantai marmer maupun penggantian karpet akibat kerusakan karena kotoran yang menumpuk.
Selain edukasi, Karcher juga menargetkan peningkatan penjualan dan pangsa pasar di sektor hospitality melalui partisipasinya pada FHI 2026. Menurut Heru, respons pengunjung selama pameran berlangsung cukup positif, bahkan banyak proyek dari luar Pulau Jawa yang datang langsung bersama pemilik usaha.
“Yang cukup mengejutkan, banyak owner hotel dari Kalimantan, Sumatera hingga Jambi datang langsung ke pameran. Mereka tidak hanya mengirim tim operasional, tetapi juga tim purchasing sehingga proses pengambilan keputusan menjadi lebih cepat,” katanya.
Heru menjelaskan, strategi penjualan Karcher mengedepankan pendekatan konsultatif dibanding sekadar transaksi penjualan produk. Perusahaan lebih fokus membantu pelanggan menemukan solusi pembersihan yang sesuai dengan kebutuhan operasional masing-masing.
“Kami bukan menjual secara transaksional, tetapi lebih ke consultative selling. Kami ingin memahami permasalahan pelanggan terlebih dahulu, kemudian memberikan solusi yang tepat. Dengan begitu, pelanggan merasakan nilai lebih dibanding hanya membeli produk berdasarkan harga,” ujarnya.
Sebagai perusahaan global asal Jerman, Karcher juga telah menjalin kerja sama dengan sejumlah jaringan hotel internasional melalui skema global contract, di antaranya Marriott Group, Accor Group, dan Swiss-Belhotel, untuk mendukung penerapan standar kebersihan yang seragam di berbagai negara.
Tak hanya menawarkan teknologi pembersihan, Karcher juga memperkuat layanan purnajual melalui dukungan teknisi profesional, layanan servis, serta garansi motor mesin selama satu tahun guna memastikan performa produk tetap optimal bagi pelanggan di sektor hospitality.












