Sharyn Johnston
Head Judge of Tea Master Cup International, Sharyn Johnston. (Lid/JKTOne)

JKTOne.com – Ajang Tea Master Cup Indonesia 2026 dinilai menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kualitas teh Indonesia kepada dunia sekaligus menarik minat generasi muda agar lebih mengenal dan mencintai teh premium nusantara. Melalui kompetisi tersebut, potensi teh Indonesia diyakini mampu bersaing dengan negara-negara penghasil teh terbaik di dunia.

Head Judge of Tea Master Cup International, Sharyn Johnston, mengatakan Tea Master Cup menjadi wadah yang efektif untuk mengangkat citra teh Indonesia. Menurutnya, penggunaan teh lokal sebagai bahan utama kompetisi turut memperlihatkan kualitas teh Indonesia kepada peserta maupun pelaku industri.

“Ini adalah kesempatan yang sangat baik bagi teh Indonesia. Melalui Tea Master Cup, kami dapat melibatkan generasi muda sekaligus menunjukkan bahwa teh Indonesia memiliki kualitas yang sangat baik,” ujar Sharyn saat ditemui JKTOne.com usai Awarding Ceremony Tea Master Cup 2026 di Food & Hospitality Indonesia 2026 JIEXPO Kemayoran, Tea Master Cup Area Hall D1, Kemayoran, Jakarta, Jumat (24/7/2026).

Sharyn mengaku telah mengenal teh Indonesia sejak sekitar 12 tahun lalu. Saat pertama kali datang ke Indonesia, ia sempat mendengar anggapan bahwa kualitas teh Indonesia kurang baik. Namun, pandangannya berubah setelah mengunjungi sejumlah perkebunan dan melihat langsung proses produksi teh di Indonesia.

“Saya datang ke Indonesia sekitar 12 tahun lalu. Saat itu banyak yang mengatakan kualitas teh Indonesia biasa saja. Namun setelah mengunjungi perkebunan dan melihat langsung prosesnya, saya menyadari Indonesia menghasilkan teh yang luar biasa. Menurut saya, kualitas teh Indonesia termasuk yang terbaik di dunia,” katanya.

Menurut Sharyn, salah satu keunggulan teh Indonesia terletak pada karakter rasa yang lembut dengan sentuhan manis alami, terutama pada teh hitam berkualitas tinggi. Selain itu, teh oolong Indonesia, khususnya Golden Oolong, juga memiliki karakter unik yang sulit ditemukan di negara lain.

Ia menegaskan kualitas teh Indonesia tidak kalah dibandingkan teh dari negara-negara penghasil teh dunia. Bahkan, ia kerap memperkenalkan teh Indonesia di berbagai negara seperti Kenya, Korea Selatan, Jepang, dan Australia.

“Saya membawa teh Indonesia ke Kenya, Korea, Jepang, hingga Australia. Respons mereka sangat positif. Teh Indonesia mampu berdiri sejajar dengan teh-teh terbaik di dunia,” ungkapnya.

Meski memiliki kualitas tinggi, Sharyn menilai promosi teh Indonesia masih perlu diperkuat, khususnya di sektor pariwisata. Ia menyarankan agar produk-produk teh premium Indonesia tersedia di hotel internasional, bandara, maupun gerai bebas bea sehingga lebih mudah dijangkau wisatawan mancanegara.

“Ketika wisatawan datang ke Indonesia, mereka harus bisa menemukan teh Indonesia dengan mudah. Hotel internasional, bandara, dan duty free merupakan tempat yang tepat untuk memperkenalkan teh Indonesia kepada dunia,” jelasnya.

Sharyn berharap penyelenggaraan Tea Master Cup tahun depan dapat berlangsung lebih besar dibandingkan tahun ini, setelah kompetisi sempat vakum akibat pandemi COVID-19.

Selain itu, ia mengungkapkan World Tea Academy tengah mengembangkan program edukasi khusus mengenai teh spesial Indonesia yang akan membahas sejarah, asal-usul, karakter, hingga berbagai jenis teh Nusantara.

“Dalam enam bulan ke depan kami ingin meluncurkan kursus khusus mengenai teh spesial Indonesia agar semakin banyak orang memahami sejarah, asal-usul, serta kualitas teh Indonesia,” tutup Sharyn.

LEAVE A REPLY