Lung Cancer.

JKTOne.com – Kanker paru adalah jenis kanker yang paling umum di dunia. Ada lebih banyak kasus kematian karena kanker paru setiap tahunnya, dibandingkan dengan jumlah kematian total yang disebabkan oleh kanker payudara, usus besar, dan prostat.

Berdasarkan data Global Burden of Cancer Study (Globocan) 2020, 34.783 orang di Indonesia didiagnosis dengan kanker paru, dengan angka kematian 30.483. Angka ini dapat meningkat 43 persen dan mencapai 43.900 kasus kematian pada tahun 2030 jika tidak ada peningkatan diagnosis dan penatalaksanaan kanker paru.

Setelah didiagnosis, angka kesintasan 5 tahun pada pasien kanker paru termasuk rendah, kurang dari 20 persen berdasarkan data World Health Organization (WHO). Hal ini sebagian besar disebabkan oleh ketiadaan penapisan dan fakta bahwa dua-pertiga dari pasien baru berkonsultasi ke dokter dengan kondisi lokal ganas atau sudah bermetastasis, sehingga kondisinya sudah tidak dapat disembuhkan sebelum terdiagnosis.

“Deteksi dini sangat penting untuk meningkatkan hasil penatalaksanaan kanker paru. Proses ini tidak dapat dipisahkan dari kualitas diagnosis yang komprehensif, dan pemeriksaan oleh tenaga medis profesional,” kata dr. Evlina Suzanna, Sp.PA, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) dalam acara gelar wicara virtual bertajuk bertajuk “Lung Cancer Diagnostics & Comprehensive Treatment Care in Indonesia (LIVE)” bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI), The Indonesian Association for the Study on Thoracic Oncology (IASTO), Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dan rumah sakit rujukan kanker.

Prof. dr. Abdul Kadir, Ph.D., Sp.THT-KL(K), MARS, Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI menyoroti upaya pemerintah untuk meningkatkan kontrol dan manajemen kanker secara nasional.

“Tujuan utama kami adalah memastikan bahwa semua penduduk mendapat pelayanan kesehatan yang berkualitas dan merata di seluruh Indonesia, termasuk penanganan untuk kanker paru.” Beliau juga menekankan bahwa kolaborasi antar pemangku kepentingan juga berperan penting dalam proses ini.

Kanker paru masih terus menjadi tantangan, baik dalam ranah klinis maupun riset. Dikembangkannya imunoterapi kanker – sebuah pilihan penanganan baru – bersama dengan penanganan lain yang sudah ada, memberikan harapan bagi pasien dan keluarganya.

“Di Roche, kami berkomitmen untuk menjawab kebutuhan medis bagi semua pasien kanker paru di Indonesia. Kombinasi kekuatan dari divisi diagnostik dan farmasi kami memberikan peluang bagi kami untuk berperan penting menyediakan tes diagnostik penyerta dan personalisasi perawatan kesehatan yang sesungguhnya bisa diterapkan,” kata dr. Ait-Allah Mejri, Presiden Direktur PT Roche Indonesia.

“Lung Cancer Diagnostics & Comprehensive Treatment Care in Indonesia (LIVE)” adalah langkah pertama dari upaya kolaboratif baru untuk mengubah arah perkembangan kanker paru dan membuat perubahan yang mendasar pada kehidupan banyak orang di Indonesia.

LEAVE A REPLY