JKTOne.com – Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi menggelar aksi demonstrasi di sejumlah titik di Jakarta pada Jumat (12/6/2026). Aksi tersebut dipusatkan di kawasan Bundaran HI, Patung Kuda, Gedung DPR/MPR RI, serta beberapa kampus seperti Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
Aksi unjuk rasa diprakarsai oleh aliansi mahasiswa yang terdiri dari sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), termasuk BEM Universitas Indonesia (UI), mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ), IPB, Politeknik Negeri Jakarta, dan berbagai organisasi mahasiswa lainnya.
Polda Metro Jaya mengerahkan ribuan personel gabungan TNI-Polri untuk mengamankan jalannya aksi. Aparat juga meminta massa mahasiswa memindahkan titik konsentrasi dari Bundaran HI ke kawasan Patung Kuda dan DPR/MPR RI guna menghindari gangguan terhadap aktivitas masyarakat dan lalu lintas.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah. Di antaranya adalah mendesak pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) dan kebutuhan pokok, mengevaluasi bahkan menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), menghentikan praktik yang dianggap sebagai militerisasi ruang sipil, serta melakukan evaluasi penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dinilai belum efektif menjawab kebutuhan masyarakat.
Ketua BEM UI, Yatalathof Ma’shum Imawan, menyebut aksi tersebut merupakan bentuk respons mahasiswa terhadap kondisi ekonomi nasional dan menurunnya kepercayaan publik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah. Mahasiswa juga menuntut peningkatan akuntabilitas pemerintah dalam menjalankan program-program strategis nasional.
Menurut Yatalathof, seperti dikutip beritasatu.com, sekitar pukul 11.55 WIB sejumlah mahasiswa yang hendak melaksanakan salat Jumat ditahan oleh aparat kepolisian. Padahal, kata dia, mahasiswa hanya ingin menjalankan kewajiban ibadah yang dijamin oleh konstitusi.
“Pada pukul 11.55 WIB kami berada di Dukuh Atas dan ditahan oleh polisi ketika hendak menjalankan ibadah salat Jumat. Padahal hak untuk beribadah telah dijamin dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan menjadi bagian dari nilai-nilai yang dijunjung dalam Pancasila,” ujar Yatalathof dalam keterangannya di lokasi aksi.

Ringkasan Tuntutan Mahasiswa
1. Menurunkan harga BBM.
2. Menurunkan harga kebutuhan pokok.
3. Mengevaluasi atau menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
4. Menghentikan militerisasi ruang sipil.
5. Mengevaluasi penggunaan APBN yang dianggap tidak tepat sasaran.
6. Meningkatkan anggaran pendidikan dan memperbaiki tata kelola pendidikan tinggi.
Penggagas Aksi
BEM Universitas Indonesia (UI).
Aliansi Mahasiswa lintas kampus.
Aliansi UNJ Melawan.
Mahasiswa dari IPB dan Politeknik Negeri Jakarta.










