JKTOne.com — Perjuangan meraih mimpi di tengah keterbatasan menjadi napas utama film Nobody Loves Kay. Menjelang penayangannya di bioskop pada 4 Juni 2026, film drama remaja ini menggelar malam Gala Premiere yang berlangsung meriah sekaligus mengharukan di Senayan City XXI, Jakarta Pusat. Tak sedikit penonton yang keluar dari studio dengan mata sembab setelah menyaksikan kisah yang terinspirasi dari perjalanan hidup pro-player Mobile Legends asal Filipina, ONIC Kairi.

Film hasil kolaborasi ONIC, Folago Pictures, Migunani Cinema Cult, Oun Films, dan Visinema Pictures ini tidak sekadar menghadirkan cerita tentang dunia gim kompetitif. Di balik layar pertandingan dan sorotan panggung esports, tersimpan kisah seorang anak muda yang berani memperjuangkan impian yang dianggap tidak lazim oleh banyak orang, bahkan oleh keluarganya sendiri.

Suasana emosional langsung terasa usai pemutaran film. Berbagai komentar positif bermunculan dari penonton, media, hingga influencer yang hadir. Banyak yang mengaku tidak menyangka film ini menyajikan cerita yang begitu dekat dengan realitas kehidupan.

“Jujur awalnya mengira ini cuma film tentang game biasa. Tapi ternyata salah besar. Aku sampai nangis melihat dinamika persahabatan mereka yang retak karena ambisi, dan bagaimana seorang anak yang hidup berkekurangan bisa berjuang sekeras itu demi menggapai mimpinya,” ujar salah satu tamu undangan.

Malam gala premiere semakin istimewa dengan kehadiran langsung ONIC Kairi, sosok yang menjadi inspirasi karakter Kay dalam film tersebut. Kairi mengaku terharu melihat kisah hidupnya diterjemahkan ke layar lebar dan mampu menyentuh banyak orang.

“Nggak nyangka orang-orang bisa merasa sedekat itu dengan kisah perjuangan aku. Terima kasih untuk semua yang terlibat di film ini, sudah memberikan experience yang luar biasa ini,” kata Kairi.

Bagi sutradara debutan Bernardus Raka, yang sebelumnya dikenal lewat karya-karya visual puitis untuk musisi seperti Hindia, Sal Priadi, dan Perunggu, kekuatan film ini terletak pada kejujuran ceritanya. Ia melihat Kay sebagai representasi generasi muda yang berjuang menembus batas keterbatasan.

“Saya mengangkat kisah ini karena perjuangan Kay dekat sekali dengan kehidupan kita. Seorang anak pekerja migran, lahir tanpa privilege, tetapi mampu mewujudkan mimpinya yang sering diremehkan banyak orang, termasuk orang tuanya sendiri. Kay adalah representasi dari kita semua yang berani bermimpi,” ujar Bernardus Raka.

Malam bertabur bintang itu juga dihadiri jajaran produser dan eksekutif produser, di antaranya Giovanni Rahmadeva, M. Faisal Hibatullah, Nick Musa, Zhafran Solichin, Justin Widjaja, serta Angga Dwimas Sasongko. Seluruh pemain turut hadir, mulai dari Bima Azriel, Rey Bong, Aurora Ribero, Joshia Frederico, Ariyo Wahab, Mian Tiara, Dewa Dayana, Elly D. Lutan, hingga Basboi dan Ayastrophile. Kehadiran Brand Ambassador ONIC, Melati Sesilia, serta pemain profesional Dwi Woii yang juga berakting dalam film ini, semakin menyemarakkan suasana.

Melalui balutan drama, persahabatan, keluarga, dan perjuangan, Nobody Loves Kay menawarkan cerita yang lebih luas dari sekadar dunia esports. Film ini berbicara tentang keberanian melawan keraguan, menolak menyerah pada keadaan, serta keyakinan bahwa mimpi layak diperjuangkan meski jalan yang ditempuh tidak mudah.

Dengan dukungan musik dan original scoring garapan Yudhi Arfani serta Zeke Khaseli, emosi yang dibangun dalam film ini terasa semakin kuat. Nobody Loves Kay hadir sebagai pengingat bahwa setiap mimpi besar selalu dimulai dari keberanian untuk percaya pada diri sendiri, bahkan ketika dunia belum memberikan dukungan.

Setelah mendapat sambutan hangat dalam Gala Premiere, film ini siap menyapa penonton Indonesia di bioskop mulai 4 Juni 2026 dan berpotensi menjadi salah satu film remaja paling inspiratif tahun ini.

LEAVE A REPLY