Permata Bank

JKTOne.com – Permata CERITA 2026 membekali remaja dengan kecakapan finansial di tengah meningkatnya risiko penipuan digital. Melalui edukasi di 24 kota dengan melibatkan lebih dari 500 relawan karyawan, Permata Bank mengajak siswa SMP belajar mengatur uang jajan, menentukan prioritas belanja, hingga mengenali risiko transaksi digital sejak dini.

Mengusung tema “24 Tahun, 24 Kota, 1 CERITA”, program tanggung jawab sosial di bawah naungan Permata Hati ini menjadi bagian dari perayaan ulang tahun Permata Bank ke-24. Kegiatan di MTs Imadun Najah, Jakarta Utara, turut dihadiri Katharine Grace selaku Chief of Corporate Affairs and Sustainability Permata Bank; Halimatus Sa’diyah selaku Kepala Divisi Pelaksanaan Edukasi Keuangan OJK; Ninik Purwaning Setyorini selaku Widyaprada Ahli Madya Direktorat SMP, Kemendikdasmen; Sutikno, S.Pd., selaku Kepala Pokjawas Kementerian Agama Kota Jakarta Utara; serta Rohali, S.E., S.Pd.I., M.M.Pd., selaku Kepala MTs Imadun Najah.

Pentingnya edukasi tersebut tercermin dalam Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026. Kelompok usia 15–17 tahun mencatat indeks literasi keuangan sebesar 56,04 persen. Sementara itu, Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) menerima 702.342 laporan penipuan sepanjang 22 November 2024 hingga 30 September 2026, dengan kerugian yang dilaporkan mencapai Rp9,1 triliun.

Direktur Utama Permata Bank, Meliza M. Rusli, mengatakan literasi keuangan perlu ditanamkan sejak dini agar generasi muda mampu mengambil keputusan secara bijak di tengah pesatnya transformasi digital. Melalui Permata CERITA, siswa diharapkan mendapatkan pengalaman belajar yang praktis, menyenangkan, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Permata BankDalam program MODul finansiAL (MODAL), siswa mempelajari smart spending, mulai dari membedakan kebutuhan dan keinginan, menentukan prioritas belanja, menunda pembelian, hingga menyisihkan uang untuk ditabung. Mereka juga diperkenalkan pada pembayaran digital melalui QRIS dan transfer online secara bijak.

Tak hanya mengelola uang, siswa diajak memahami keamanan transaksi digital melalui metode 3A: Amati, Awasi, dan Adukan. Materi ini mencakup kewaspadaan terhadap aktivitas mencurigakan, menjaga kerahasiaan PIN dan kode OTP, serta meminta bantuan orang tua atau guru jika menemukan potensi penipuan.

Kepala Divisi Pelaksanaan Edukasi Keuangan OJK, Halimatus Sa’diyah, mengapresiasi inisiatif Permata Bank dalam memperkuat literasi keuangan pelajar. Menurutnya, peningkatan pemahaman keuangan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk industri perbankan, lembaga pendidikan, dan pemerintah.

Pelaksanaan program ini juga melibatkan lebih dari 500 Employee Volunteers (EVO) Permata Bank yang mendampingi siswa melalui permainan, simulasi, dan latihan mengambil keputusan. Sejak 2016 hingga 2025, Permata CERITA telah menjangkau lebih dari 50.000 penerima manfaat di berbagai kota.

Melalui Permata CERITA 2026, Permata Bank berupaya membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak remaja, sekaligus membekali generasi muda agar lebih bijak dan waspada saat menggunakan layanan keuangan digital.

LEAVE A REPLY