Situasi gelaran Pameran Indo EBTKE ConEx 2019 yang dihadiri oleh masyarakat. (JKTOne.com/Lid)

JKTOne.com – Penyelenggaraan Indo EBTKE ConEx 2019 resmi digelar sebagai upaya untuk mendukung peningkatan dan pengembangan energi terbarukan melalui berbagai aspek, terutama dalam pengembangan potensi sumber-sumber energi terbarukan yang ada di Indonesia.

Hal ini diungkapkan Ketua METI, Surya Dharma, disela-sela pembukaan Indo EBTKE ConEx 2019 di JiExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Menurutnya, hingga akhir 2018 lalu,¬†energi terbarukan hanya menyumbang 8,6 persen dalam bauran energi nasional. “Kami akan terus mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan penggunaan energi baru dan terbarukan menuju 23 persen pada 2025 dan menjadi 30% pada 2050,” kata Surya.

Selain pameran dan konferensi, Indo EBTKE ConEx 2019 juga akan diisi dengan berbagai program lain, seperti Scientific Paper and Poster competition, Training, dan Young Renewable Energy Innovation. Bahkan di panggung utama pameran juga akan diramaikan dengan beberapa program pendukung seperti kunjungan siswa, presentasi bisnis, demo produk, dan workshop.

Indo EBTKE ConEx 2019 menargetkan bisa menarik 4.500 pengunjung baik dari dalam maupun luar negeri seperti dari Eropa, Asia, Afrika, Selandia Baru, Australia, Amerika Serikat, dan Kanada.

Indonesia sendiri memiliki potensi yang sangat besar untuk mengembangkan energi terbarukan. Sumber energi terbarukan di Indonesia bisa dikategorikan ke dalam enam kluster yaitu panas bumi, air, angin, bio energi, matahari, dan laut.

Sumber energi panas bumi di Indonesia sendiri mencapai lebih dari 300 titik di seluruh Indonesia. Cadangan panas bumi di Indonesia merupakan salah satu yang terbesar di dunia. Bila seluruh potensi sumber energi terbarukan bisa dimanfaatkan dengan baik, diharapkan Indonesia bisa memenuhi kebutuhan energi secara maksimal.

LEAVE A REPLY