JKTOne.com – Wealth Wisdom 2026 yang digelar Permata Bank menyoroti bahwa kekayaan bukan sekadar pertumbuhan aset, tetapi juga ketahanan finansial, integritas kepemimpinan, dan kesiapan menghadapi perubahan ekonomi global. Melalui 16 kelas di tujuh kota, program yang memasuki tahun ke-12 ini mengajak nasabah melihat investasi dan keberlanjutan kekayaan secara lebih menyeluruh.
Mengusung tema “Finding Balance, Building Resilience” dan semangat “Growing Together Through Changes”, Wealth Wisdom 2026 berlangsung pada 21 Agustus hingga 22 Oktober 2026. Program ini menghadirkan perspektif pakar ekonomi, investasi, kesehatan, pemimpin bisnis, dan figur publik untuk membantu nasabah mengambil keputusan finansial berdasarkan kebutuhan serta tujuan jangka panjang.
Dalam kelas “Navigating Indonesia’s Next Chapter”, Dino Patti Djalal, Founder & Chairman Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), menekankan pentingnya kerja sama regional dalam menghadapi ketidakpastian global.
“Bagi Indonesia, ASEAN adalah pijakan yang tidak bisa ditawar. Ketika kita membawa nama Indonesia sekaligus ASEAN, kredibilitas dan relevansi kita menjadi semakin kuat,” ujar Dino.
Sementara itu, Josua Pardede, Chief Economist Permata Bank, memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026–2027 tetap relatif resilien di kisaran 5,2 persen–5,3 persen. Ia menyoroti pentingnya investasi produktif, efektivitas kebijakan, dan pengelolaan risiko di tengah tekanan geopolitik serta perubahan perdagangan global. Lai Eu-Roy dari Eastspring Al-Wara’ Investments turut membahas peluang investasi terkait kecerdasan buatan (AI) dan rantai pasok Asia.
Di sisi kepemimpinan, Yozua Makes, Founder & CEO Plataran Indonesia, menegaskan pentingnya tujuan hidup dan nilai dalam membangun bisnis berkelanjutan.
“Setiap insan pasti memiliki tujuan hidup. Karena itu, saya memberanikan diri membangun Plataran Indonesia, yang dimulai dengan 25 karyawan dan kini telah berkembang menjadi 2.200 karyawan dari ujung barat hingga timur Indonesia,” ujar Yozua.
Yozua juga memperkenalkan prinsip “5K”, yaitu karakter, kepercayaan diri, keberanian, kerendahan hati, dan kebijaksanaan. Nilai-nilai tersebut menjadi landasan untuk membangun kepercayaan dan memastikan warisan kepemimpinan dapat diteruskan lintas generasi.
Dari perspektif pemerintah, Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo menyoroti penguatan investasi, produktivitas, dan ekspor bernilai tambah sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Sementara itu, kelas lain membahas kesehatan, perlindungan, serta pengembangan jejaring bisnis sebagai bagian dari perencanaan masa depan.
Direktur Consumer & Branch Banking Permata Bank, Eddie Sajoga, mengatakan edukasi dan pendampingan menjadi bagian penting dalam memahami kebutuhan nasabah yang terus berkembang.
“Wealth Wisdom telah menjadi bagian dari perjalanan kami untuk terus bertumbuh bersama nasabah di tengah berbagai perubahan dan dinamika kehidupan. Melalui edukasi dan pendampingan yang relevan, kami ingin membangun hubungan yang bermakna, memahami kebutuhan nasabah yang terus berkembang, dan hadir sebagai mitra di setiap tahap perjalanan kehidupan nasabah,” ujar Eddie.
Wealth Wisdom 2026 berlangsung di Semarang, Makassar, Bali, Medan, Bandung, Surabaya, dan Jakarta. Program ini mengangkat enam pilar, yakni Frugality, Purpose, Health, Relation, Giving, dan Moments.
Permata Bank juga memperkuat layanan wealth management melalui Relationship Manager dan Digital Transaction Assistance (DiTA), serta menghadirkan Future Leaders Journey Shanghai 2026 untuk memperluas wawasan generasi penerus nasabah.
Rangkaian ini menegaskan bahwa tantangan mengelola kekayaan bukan hanya bagaimana aset bertumbuh, tetapi juga bagaimana risiko dihadapi, nilai dijaga, dan manfaatnya diteruskan kepada generasi berikutnya.










