JKTOne.com — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) meluncurkan Indonesia Innovation Summit & Expo (IISE) 2026 untuk mendorong hasil riset Indonesia tidak berhenti di laboratorium atau publikasi ilmiah, tetapi bergerak menuju industri, investasi, dan pemanfaatan nyata bagi masyarakat.
Peluncuran IISE 2026 digelar di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo, Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Selasa (8/9/2026). Adapun puncak penyelenggaraan dijadwalkan berlangsung pada 10–13 Desember 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang.
Mengusung tema “Accelerating Innovation Collaboration towards Indonesia Emas 2045: From Invention to National Impact”, IISE 2026 dirancang mempertemukan periset, perguruan tinggi, industri, pemerintah, investor, startup, UMKM, komunitas, hingga mitra global.
Kepala BRIN Arif Satria mengatakan, tantangan Indonesia saat ini bukan semata menghasilkan lebih banyak riset dan inovasi. Persoalan yang lebih besar adalah memastikan hasil tersebut dapat menemukan pengguna dan mitra yang mampu membawa inovasi menuju tahap pemanfaatan.
“Tantangan kita bukan lagi sekadar menghasilkan inovasi, tetapi memastikan inovasi itu bergerak. Bergerak dari laboratorium, bertemu kebutuhan nyata, mendapatkan mitra, masuk ke industri, dan akhirnya memberikan dampak bagi masyarakat,” ujar Arif.
Pernyataan tersebut menjadi titik penting dalam peluncuran IISE 2026. Sebab, keberhasilan inovasi tidak cukup hanya diukur dari seberapa canggih teknologi yang dihasilkan, tetapi juga dari seberapa jauh teknologi tersebut digunakan dan memberikan manfaat.
BRIN menyiapkan IISE sebagai ruang untuk memperpendek jarak antara invensi dan pemanfaatan. Di dalamnya terdapat Innovation Summit & Conference, Innovation Expo & Marketplace, Innovation Business Matching, Licensing Agreement, serta Innovation Startup Investment.
Menurut Arif, peneliti membutuhkan mitra industri untuk menguji hasil riset, sementara industri membutuhkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Investor juga membutuhkan inovasi yang memiliki prospek untuk dikembangkan.
“Sebuah inovasi memiliki nilai yang lebih besar ketika bertemu dengan pengguna, industri, dan investasi yang dapat membawanya berkembang,” katanya.
Melalui IISE 2026, BRIN ingin membangun ekosistem yang tidak hanya mempertemukan pemilik teknologi dengan calon pengguna, tetapi juga membuka jalan menuju kemitraan, investasi, lisensi, komersialisasi hingga adopsi teknologi.
Dengan demikian, tantangan terbesar setelah sebuah inovasi ditemukan bukan lagi sekadar bagaimana menciptakannya, melainkan bagaimana memastikan inovasi tersebut keluar dari laboratorium dan benar-benar hadir dalam kehidupan masyarakat.










