Alam Sutera Group

JKTOne.com — Alam Sutera Group membidik konsumen milenial dari berbagai segmen pasar dalam gelaran Alam Sutera Group Expo 2026. Tak hanya mengandalkan variasi produk, perusahaan juga menyiapkan dukungan pembiayaan melalui perbankan karena mayoritas pembeli masih menggunakan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Sales Marketing Director Alam Sutera Group Lilia S. Sukotjo mengatakan, pihaknya telah menghitung target penjualan yang ingin dicapai selama pelaksanaan expo yang berlangsung selama sepekan tersebut.

“Untuk acara ini aja yang seminggu ini aku targetin di Rp300 miliar,” ujar Lilia saat ditemui dalam Alam Sutera Group Expo 2026 di Main Atrium 2 Lippo Mall Puri, Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Menurut Lilia, target tersebut telah diperhitungkan dengan melihat produk yang tersedia serta potensi daya serap pasar. Ia menyebut, antusiasme pengunjung sudah terlihat sejak hari pertama penyelenggaraan.

“Kayaknya per hari ini, tadi pagi udah rame banget sama kemarin. Udah di Rp160 miliar,” katanya.

Dalam memasarkan produk, Alam Sutera juga melihat kemampuan konsumen dalam memperoleh pembiayaan. Lilia mengungkapkan, sekitar 70 persen pembeli Alam Sutera menggunakan KPR untuk memiliki hunian.

“Makanya kami kerja sama sama perbankan. Karena 70 persen pembeli kami itu pasti akan beli dengan KPR,” ujarnya.

Menariknya, segmen milenial disebut menjadi salah satu pasar utama Alam Sutera. Konsumen dari kelompok ini tidak hanya berasal dari kelas harga tertentu, tetapi tersebar di berbagai segmen hunian.

“Oh milenial. Di kelas manapun ya,” kata Lilia.

Menurutnya, milenial saat ini berada pada fase ketika kebutuhan terhadap rumah semakin meningkat, terutama setelah berkeluarga dan mulai memikirkan kebutuhan anak.

Karena itu, keputusan membeli rumah tidak bisa hanya didasarkan pada harga maupun tampilan bangunan. Alam Sutera berupaya memahami kebutuhan calon penghuni sebelum mengarahkan mereka pada pilihan hunian.

Alam Sutera Group
Sales Marketing Director Alam Sutera Group Lilia S. Sukotjo. (Lid/JKTOne)

Lilia mencontohkan, keluarga dengan kebutuhan tertentu bisa memilih rumah yang memiliki kamar tidur utama di lantai bawah. Sementara keluarga lain mungkin lebih membutuhkan ruang berkumpul bersama di lantai atas.

“Kan kita yang beli rumah kan gak kayak beli kacang ya. Maksudnya orangnya harus cocok banget beli di rumah di sini,” tuturnya.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa hunian bagi konsumen milenial tidak lagi sekadar persoalan memiliki bangunan. Rumah diposisikan sebagai bagian dari perjalanan kehidupan keluarga, mulai dari kebutuhan pasangan, anak, hingga ruang untuk berkumpul.

Dengan kombinasi produk, fasilitas pembiayaan dan pendekatan berdasarkan kebutuhan keluarga, Alam Sutera berharap target penjualan selama Expo 2026 dapat tercapai sekaligus memperkuat pasar milenial sebagai salah satu konsumen utama properti.

LEAVE A REPLY