Sales Marketing Director Alam Sutera GroupLilia S. Sukotjo. (Lid/JKTOne)

JKTOne.com — Alam Sutera Group Expo 2026 tidak hanya menawarkan rumah sebagai bangunan tempat tinggal, tetapi juga menghadirkan hunian yang menjadi bagian dari perjalanan hidup penghuninya, mulai dari keluarga, pendidikan, kesehatan hingga kebahagiaan. Konsep tersebut menjadi salah satu pesan yang dibawa Alam Sutera Group dalam gelaran di Main Atrium 2 Lippo Mall Puri, Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Sales Marketing Director Alam Sutera Group Lilia S. Sukotjo mengatakan, keputusan membeli rumah seharusnya disesuaikan dengan kebutuhan dan siklus hidup setiap keluarga, termasuk jumlah anak, aktivitas penghuni hingga kebutuhan ruang untuk berkumpul bersama.

Calon pembeli juga perlu melihat apakah lingkungan dan kawasan tersebut mampu menjawab kebutuhan hidup mereka dalam jangka panjang. “Sekolahnya di mana, berobat di mana, semua itu as one cycle of life,” ujar Lilia.

Pernyataan tersebut memperlihatkan cara Alam Sutera memosisikan kawasan properti. Rumah tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari ekosistem yang menghubungkan berbagai kebutuhan penghuninya.

Menurut Lilia, kebutuhan setiap keluarga juga berbeda. Karena itu, calon pembeli perlu mendapatkan pilihan hunian yang sesuai dengan kondisi keluarga, jumlah anak hingga aktivitas sehari-hari.

“Orangnya harus cocok banget beli di rumah di sini,” tuturnya.

Alam SuteraPendekatan tersebut menjadi menarik di tengah persaingan industri properti yang semakin ketat. Developer tidak hanya dituntut menawarkan bangunan dengan harga kompetitif, tetapi juga harus mampu menjawab pertanyaan yang lebih besar: seperti apa kehidupan yang akan dijalani konsumen setelah membeli rumah?

Alam Sutera Group sendiri menawarkan sejumlah proyek, mulai dari Alam Sutera Serpong, Suvarna Sutera, Ayodhya, Sutera Narada hingga Sutera Sawangan.

Lilia menegaskan setiap orang memiliki kebebasan untuk menentukan lingkungan dan kehidupan yang diinginkannya. “Siapapun berhak untuk memiliki dunia,” katanya.

Konsep tersebut kemudian dikaitkan dengan kebahagiaan penghuni. Menurut Lilia, pilihan tempat tinggal pada akhirnya harus mendukung kehidupan yang lebih baik bagi penghuninya.

Freedom dari kita masing-masing, wanita maupun pria. Semuanya sama dan it’s your happiness that matters,” ujarnya.

Alam SuteraDengan pendekatan tersebut, Alam Sutera Expo 2026 seolah menawarkan lebih dari sekadar transaksi properti. Rumah menjadi pintu masuk menuju sebuah ekosistem kehidupan yang mencakup tempat tinggal, keluarga, aktivitas, pendidikan dan kesehatan.

Namun, konsep tersebut sekaligus membawa tantangan bagi developer. Ketika kehidupan ikut “ditawarkan” bersama rumah, kualitas kawasan menjadi bagian dari produk yang harus dipertanggungjawabkan.

Sebab, konsumen pada akhirnya bukan hanya membeli luas bangunan atau jumlah kamar. Mereka juga membeli lingkungan tempat anak tumbuh, tempat keluarga beraktivitas dan ruang untuk menjalani kehidupan sehari-hari.

Di titik inilah persaingan properti menjadi semakin menarik. Pertanyaannya bukan lagi sekadar siapa yang menjual rumah paling banyak, tetapi siapa yang mampu menghadirkan kawasan yang benar-benar mampu memenuhi kehidupan penghuninya.

Alam Sutera menawarkan hunian sekaligus ekosistem untuk menjalani kehidupan.

LEAVE A REPLY