
JKTOne.com – PT Erajaya Swasembada Tbk memperkuat penerapan circular economy melalui praktik pengelolaan limbah berkelanjutan di berbagai lini operasional perusahaan.
Komitmen tersebut mendapat apresiasi melalui Anugerah Khusus Sektor Barang Konsumen pada ajang IDX Channel Anugerah ESG 2026. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas upaya Erajaya mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam kegiatan bisnis.
Melalui konsep Circular Retail Ecosystem, Erajaya memetakan berbagai material yang dihasilkan dari aktivitas operasional untuk kemudian dikelola secara bertanggung jawab. Material yang masih memiliki nilai guna diupayakan untuk digunakan kembali, didaur ulang, atau diolah melalui pendekatan upcycling.
Group Chief of HC, GA, Litigations & CSR Erajaya Group Jimmy Peranginangin mengatakan, circular economy tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan limbah, tetapi juga bagaimana perusahaan melihat material sebagai sumber daya yang masih memiliki nilai.
“Bagi Erajaya, circular economy bukan sekadar tentang mengelola limbah, tetapi tentang bagaimana kami memandang setiap material sebagai sumber daya yang masih memiliki nilai,” ujar Jimmy.
Material yang dikelola Erajaya mencakup e-waste, material branding, plastik, kertas dan kardus, hingga limbah organik. Material tersebut berasal dari berbagai aktivitas perusahaan, mulai dari kantor, retail store, warehouse, service center, hingga kegiatan promosi.
Pengelolaan dilakukan melalui pemilahan, kerja sama dengan mitra pengelola limbah berizin, serta pemanfaatan kembali melalui proses daur ulang dan upcycling. Dalam proses tersebut, Erajaya juga melibatkan UMKM untuk mengubah sejumlah material menjadi produk yang memiliki nilai tambah.
Hingga saat ini, Erajaya telah mengelola 54 ton limbah operasional dan 3.911 unit e-waste secara bertanggung jawab. Perusahaan juga telah mendaur ulang lebih dari 175 kilogram sampah plastik.
Selain memberikan dampak terhadap pengurangan timbulan limbah, program tersebut turut berkontribusi pada pengurangan emisi karbon, penghematan energi, dan pengurangan limbah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).
Erajaya juga memperluas dampak program melalui kolaborasi dengan mitra pengelola limbah, pelaku usaha, komunitas, dan karyawan. Edukasi serta kampanye ESG yang telah melibatkan lebih dari 1.000 peserta turut dilakukan untuk meningkatkan kesadaran stakeholder terhadap praktik keberlanjutan.
Dari sisi tata kelola, perusahaan memperkuat sistem pemantauan dan pelaporan untuk memastikan implementasi ESG berjalan secara terintegrasi di lingkungan operasional.
Penghargaan IDX Channel Anugerah ESG 2026 menjadi salah satu pengakuan atas langkah Erajaya dalam mengembangkan praktik bisnis yang lebih sirkular.
Ke depan, Erajaya akan terus memperkuat pengelolaan limbah berkelanjutan sebagai bagian dari strategi Circular Retail Ecosystem. Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi lingkungan, masyarakat, dan bisnis.









