JKTOne.com – Film horor Indonesia Petaka Gunung Welirang menghadirkan kisah teror mistis pendakian yang dibalut legenda Jawa, memadukan horor psikologis, petualangan, dan perjuangan bertahan hidup di alam liar. Disutradarai Indra Gunawan, film ini menawarkan pengalaman menegangkan melalui cerita yang terinspirasi dari pengalaman pendakian dan mitos yang berkembang di kawasan Gunung Welirang, Jawa Timur.

Berbeda dari film horor bertema pendakian pada umumnya, Petaka Gunung Welirang mengangkat kepercayaan masyarakat tentang Alas Lali Jiwo, sebuah kawasan hutan yang diyakini menyimpan misteri dan menjadi tempat bersemayam kekuatan gaib. Suara gamelan yang terdengar tanpa asal-usul yang jelas menjadi penanda dimulainya rangkaian teror yang menghantui para tokoh sepanjang perjalanan mereka.

Cerita berpusat pada lima sahabat yang merayakan kelulusan dengan mendaki Gunung Welirang. Momen yang semula dipenuhi tawa, kebersamaan, dan semangat menjelajah alam perlahan berubah menjadi mimpi buruk ketika mereka memasuki Alas Lali Jiwo. Sejak saat itu, satu demi satu peristiwa ganjil mulai terjadi dan mengubah perjalanan mereka menjadi pertarungan untuk menyelamatkan diri.

Salah satu tokoh utama, Naya, telah lebih dahulu dihantui mimpi-mimpi aneh tentang sosok misterius dan tragedi yang terjadi di sebuah gunung. Firasat buruk yang terus menghantuinya akhirnya menemukan jawabannya ketika ia menyadari bahwa lokasi dalam mimpinya adalah Gunung Welirang. Apa yang semula dianggap bunga tidur perlahan berubah menjadi kenyataan yang mengerikan.

Semakin jauh mereka memasuki jalur pendakian, gangguan supranatural semakin sulit dihindari. Bisikan misterius terdengar di tengah kesunyian hutan, penampakan sosok tak kasat mata mulai bermunculan, hingga rombongan terpisah satu sama lain tanpa mengetahui arah pulang. Ketakutan yang mereka rasakan tidak hanya menguji keberanian, tetapi juga mengancam keselamatan jiwa masing-masing.

Di balik rentetan teror tersebut, mereka kemudian mengetahui bahwa kawasan itu berada dalam kekuasaan sosok gaib yang dipercaya sebagai penguasa Gunung Welirang beserta pasukan mistisnya. Perjalanan yang awalnya menjadi perayaan kelulusan berubah menjadi perjuangan hidup dan mati untuk melepaskan diri dari kutukan yang menyelimuti gunung tersebut.

Selain menyuguhkan ketegangan, Petaka Gunung Welirang juga menghadirkan nuansa budaya lokal melalui mitologi Jawa yang masih dipercaya sebagian masyarakat. Perpaduan lanskap pegunungan, atmosfer mencekam, serta unsur budaya menjadikan film ini menawarkan pengalaman horor yang tidak hanya menakutkan, tetapi juga sarat dengan nilai folklor Nusantara.

Film ini dibintangi Antonio Blanco Jr. sebagai Satria, Alika Jantinia sebagai Naya, Giulio Parengkuan sebagai Arga, Razan Zu sebagai Noval, Jinan Safa sebagai Tita, Agus Kuncoro sebagai Om Heru, Ramon Y. Tungka sebagai Pak Joko, Shatora Naraja sebagai Baskara, serta Jameelah Narajan sebagai Sekar. Dengan jajaran pemain tersebut, Petaka Gunung Welirang diharapkan menjadi salah satu film horor Indonesia yang mampu menghadirkan sensasi mencekam sekaligus memperkenalkan kekayaan mitos lokal kepada penonton.

LEAVE A REPLY